JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Tugas Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan penurunan produksi minyak yang terjadi di Blok Rokan setelah perbaikan pipa PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di awal tahun ini serta adanya masalah pada suplai listrik.
Djoko Siswanto Kepala SKK Migas, mengatakan kendala produksi di Rokan saat ini berkaitan dengan pekerjaan perbaikan sistem kelistrikan PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang masih berlangsung. “ Rokan itu problemnya sekarang perbaikan listrik MCTN. Nah janjinya kan akhir Juli, tapi kita mau push pertengahan Juli selesai,” kata Djoko di gedung parlemen, Rabu (3/6).
Menurutnya, percepatan penyelesaian pekerjaan tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan kinerja produksi di lapangan minyak terbesar di Indonesia tersebut lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Cobaan terus silih berganti dalam upaya mencapai target produksi minyak. Pada awal tahun ini terjadi kebocoran pipa yang mengalirkan gas ke blok Rokan untuk kebutuhan pembangkit listrik dan uap untuk steam flood di lapangan Duri. kebocoran berlangsung beberapa pekan itu menyebabkan anjloknya produksi Rokan hingga hanya sekitar 70 ribu – 100ribuan Barrel Oil Per Day (BOPD).
Sementara itu, selain Rokan blok andalan lainnya yang alami penurunan produksi ada Blok Cepu. Djoko menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi lebih berkaitan dengan karakteristik reservoir. Saat ini SKK Migas bersama operator masih melakukan evaluasi berbagai opsi teknologi guna menjaga tingkat produksi.
“Kalau yang Cepu itu problem reservoir. Lagi dievaluasi teknologi apa kira-kira yang bisa tetap menjaga atau bahkan mencapai target produksi di tahun ini,” ujar Djoko.
Djoko menyebut target produksi minyak dari Cepu pada tahun ini berada di kisaran 148 ribu barel per hari. Namun realisasi produksi saat ini masih berada pada level 130 ribuan barel per hari sehingga diperlukan langkah-langkah optimalisasi untuk mengejar target tersebut. “Sekitar 148 ya, sekarang kan 130-an,” kata Djoko.
Meski terdapat tantangan di Rokan dan Cepu, Djoko memastikan tidak ada persoalan berarti pada wilayah kerja migas lainnya. “Yang lain enggak ada masalah. Aman-aman,” tegasnya.
SKK Migas terus mendorong berbagai upaya teknis dan operasional agar produksi minyak nasional tetap terjaga, mengingat kontribusi Rokan dan Cepu sangat signifikan terhadap produksi migas Indonesia. (RI)



Komentar Terbaru