JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mendapatkan kabar gembira dari hasil kegiatan eksplorasi di wilayah Kalimantan Timur melibatkan ENI dan Petronas. Drill Steam Test (DST) yang dilakukan ENI membuahkan hasil positif bahkan jauh melampuai harapan awal.
Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas mengungkapkan pelaksanaan DST yang dilakukan dalam dua pekan terakhir telah selesai dan memperlihatkan kualitas reservoir migas yang sangat baik. Dari satu sumur yang diuji, diperoleh potensi produksi gas sebesar 200 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta kondensat mencapai 12.000 barel per hari (BOPD).
“Reservoir migasnya sangat baik. Dengan satu sumur menghasilkan 200 MMSCFD gas dan 12.000 BOPD kondensat, sehingga pengembangan lapangan cukup dilakukan dengan lima sumur dalam satu platform anjungan lepas pantai,” ujar Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Kamis (7/5).
Lebih lanjut menurut Djoko dengan skema tersebut, lapangan migas ini diperkirakan mampu memproduksi total gas hingga 1.000 MMSCFD atau 1 BCFD serta kondensat sebesar 60.000 BOPD. Djoko menyebut capaian tersebut menjadi kabar positif bagi ketahanan energi nasional.
SKK Migas menargetkan pengembangan lapangan dapat segera dimulai setelah proses sertifikasi cadangan selesai. Sertifikasi akan dilakukan oleh lembaga independen internasional maupun lembaga dalam negeri seperti LEMIGAS dan LAPI ITB.
Proses sertifikasi diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu bulan atau pada Juni 2026. Berdasarkan estimasi awal, cadangan gas lapangan tersebut diperkirakan mencapai 5 triliun kaki kubik (TCF).
Selanjutnya, proyek akan memasuki tahap perencanaan desain pengembangan lapangan, termasuk penentuan jumlah sumur produksi, pembangunan platform lepas pantai, fasilitas produksi, hingga studi keekonomian proyek.
Djoko menegaskan proyek ini akan memberikan dampak besar terhadap penyerapan tenaga kerja nasional. Aktivitas pengembangan lapangan diperkirakan berlangsung berkesinambungan tanpa jeda hingga fase konstruksi fasilitas produksi mencapai puncaknya.
Nilai investasi untuk pengembangan lapangan diperkirakan mencapai sekitar US$8 miliar. Selain itu, proyek ini juga diyakini akan menghidupkan kembali kilang-kilang LNG di Bontang yang selama ini tidak beroperasi optimal.
“Reaktivasi kilang LNG idle di Bontang diperkirakan membutuhkan investasi tambahan sekitar US$1 miliar atau setara Rp17,5 triliun,” kata Djoko.
Besarnya investasi tersebut diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Pemerintah juga menargetkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada proyek ini dapat mencapai minimal 50%.
ENI mengumumkan penemuan gas raksasa baru melalui sumur eksplorasi Geliga-1 yang dibor di Blok Ganal di Cekungan Kutei, lepas pantai Indonesia, sekitar 70 km dari pesisir Kalimantan Timur. Estimasi awal menunjukkan sumber daya di tempat (in-place) sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat pada interval yang ditembus.
Penemuan Geliga-1 merupakan bagian hasil positif kegiatan eksplorasi di Cekungan Kutei dan menyusul penemuan raksasa Geng North pada akhir 2023 yang berjarak hanya 20 km di selatan Geliga, serta penemuan sumur Konta-1 yang lebih baru yang diumumkan pada Desember 2025. (RI)



Komentar Terbaru