JAKARTA —  Proyek OO-OX yang digarap oleh PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) mampu diselasaikan lebih cepat dua bulan dari jadwal awal yang direncanakan perusahaan.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menyatakan percepatan start-up ini menjadi capaian penting dalam upaya meningkatkan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah kerja ONWJ.

“Alhamdulillah hari ini PHE ONWJ start-up produksi dari Project OO-OX, lebih cepat dua bulan dari rencana. Adapun target produksi kondensat peak 3.000 bopd dan gas 21 MMscfd, kita doakan semoga lancar aman selamat dan target produksi tercapai,” ujar Djoko dalam keterangannya, Sabtu (2/5)

Proyek OO-OX merupakan bagian dari pengembangan lanjutan di wilayah kerja ONWJ yang berfokus pada optimalisasi produksi migas dari lapangan eksisting melalui pengeboran sumur baru dan integrasi fasilitas produksi lepas pantai. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan recovery rate sekaligus menjaga keberlanjutan produksi di blok yang telah lama beroperasi.

Pengembangan OO-OX juga mencakup pembangunan dan konektivitas fasilitas subsea serta optimalisasi infrastruktur existing platform, sehingga mampu mempercepat waktu onstream. Keberhasilan start-up dua bulan lebih cepat menunjukkan efektivitas eksekusi proyek serta sinergi antara SKK Migas dan operator.

Dengan target produksi puncak mencapai 3.000 barel minyak per hari (bopd) untuk kondensat dan 21 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) gas, proyek ini diharapkan memberikan tambahan pasokan energi yang signifikan bagi kebutuhan domestik.

Proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan lifting migas nasional di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan energi. Dengan tambahan produksi dari proyek OO-OX, SKK Migas optimistis target produksi minyak dan gas dapat terus ditingkatkan. (RI)