JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi memberikan lampu hijau untuk dilakukan kegiatan pemboran minyak dan gas bumi (migas) di kawasan transmigrasi yang dijadwalkan mulai pada Juni 2026. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, bersama Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Djoko Siswanto, Kepal SKK Migas mengungkapkan bahwa proyek ini akan dilaksanakan oleh Pertamina dan memiliki potensi cadangan yang cukup signifikan, yakni sekitar 1 juta barel minyak serta 11,64 miliar kaki kubik gas.
“Pak Mentri Transmigrasi sepakat menyetujui pemboran di area transmigrasi yg rencananya akan dilakukan pengeboran pd bulan depan Juni 2026 oleh Pertamina,” kata Djoko dalam keterangannya yang diterima Dunia Energi, Rabu (6/5).
Menurut Djoko, selain mendukung ketahanan energi nasional, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.
Ia menjelaskan, keberadaan proyek migas tersebut akan membawa berbagai nilai tambah bagi masyarakat setempat, khususnya para transmigran. “Di antaranya adalah pemanfaatan hasil migas untuk kebutuhan lokal, pembangunan infrastruktur jalan guna mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta tumbuhnya pembangunan fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sarana ekonomi,” jelas Djoko. (RI)



Komentar Terbaru