JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga kembali melanjutkan Program Beasiswa Calon Pelaut sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta maritim yang siap mendukung operasional armada kapal perusahaan.
Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada bantuan pendidikan, tetapi merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menyiapkan talenta pelaut yang sesuai dengan kebutuhan operasional.
“Program ini kami rancang sebagai pipeline SDM pelaut yang siap operasional. Tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membuka jalur karier yang jelas bagi para penerima beasiswa untuk dapat terlibat langsung dalam operasional armada,” ujar Arif dalam keterangannya, Selasa (5/5).
Menyasar tujuh perguruan tinggi di Indonesia, program ini akan menjaring 23 penerima beasiswa yang setelah lulus akan langsung diproyeksikan bekerja sebagai kru kapal di Pertamina Patra Niaga.
Pertamina Foundation digandeng oleh PPN sejak 2025. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 20 peserta telah menerima beasiswa melalui program ini.
Menurut Arif, kebutuhan terhadap talenta pelaut semakin relevan seiring dengan peran strategis sektor maritim dalam distribusi energi nasional.
Kementerian Perhubungan mencatat terdapat sekitar 1,4 juta pelaut Indonesia yang bekerja di berbagai negara, menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari lima negara penyumbang pelaut terbesar di dunia.
Komitmen terhadap penguatan pelaut nasional juga tercermin dari komposisi kru di armada Pertamina Group. Dari total 4.368 kru pelaut, sebanyak 4.090 kru atau sekitar 94% merupakan Warga Negara Indonesia.
Talenta maritim nasional menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional armada energi.
Peran pelaut dalam rantai pasok downstream juga semakin strategis, mengingat armada laut menjadi penghubung antara titik suplai, kilang, terminal, hingga wilayah distribusi energi. Armada kapal PPN berperan dalam pengangkutan minyak mentah, produk kilang, BBM, dan LPG untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.
Agus Mashud S. Asngari, President Director Pertamina Foundation menjelaskan bahwa Pertamina Foundation berperan dalam memastikan pelaksanaan program berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami memastikan seluruh proses program, mulai dari seleksi, pembinaan, hingga monitoring penerima beasiswa dilakukan secara komprehensif. Lembaga pendidikan, jurusan, serta jumlah penerima telah dipetakan sejak awal agar selaras dengan kebutuhan perusahaan,” jelas Agus.
Ia menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan peserta yang terpilih tidak hanya memenuhi kriteria akademis, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani profesi sebagai pelaut.
Rangkaian Program Beasiswa Calon Pelaut 2026 dimulai dengan sosialisasi pada 28–29 April 2026, dilanjutkan pembukaan pendaftaran pada 30 April hingga 22 Mei 2026. Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni, dengan pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 30 Juni 2026, dan inaugurasi pada 3 Juli 2026.
Pertamina Patra Niaga memandang penguatan talenta pelaut sebagai bagian penting dari keberlanjutan operasional distribusi energi.
Dengan dukungan awak kapal yang kompeten, perusahaan dapat menjaga kesiapan armada dalam mendukung pengangkutan energi domestik secara aman, andal, dan berkelanjutan.
Informasi selengkapnya mengenai program ini dapat diakses melalui laman pertaminafoundation.org (RI)



Komentar Terbaru