JAKARTA – PT ABM Investama Tbk (ABMM) mempercepat produksi dari operasi tambang batu bara di Aceh sepanjang semester I-2026. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan membaiknya kondisi pasar batu bara dan menjadi salah satu pendorong utama peningkatan profitabilitas perseroan.

Dalam keterangannya Direktur PT ABM Investama Tbk, Hans Manoe, mengatakan perseroan berhasil membukukan peningkatan profitabilitas pada periode ini. Peningkatan ditopang keberhasilan produksi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan.

“Meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai tantangan, harga batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi Perseroan untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan operasional,” katanya.

ABMM menyebut kenaikan harga batu bara yang dipicu tingginya harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik global memberikan momentum untuk meningkatkan produksi, khususnya pada kuartal II-2026. Strategi ini berkontribusi terhadap peningkatan volume penjualan batu bara sekaligus menopang laba bersih perseroan.

Sepanjang semester I-2026, ABMM membukukan pendapatan konsolidasian yang relatif stabil sebesar US$506,2 juta. Namun, Adjusted EBITDA meningkat 6,4% secara tahunan menjadi US$346,9 juta.

Yang paling mencolok, laba bersih perseroan melonjak 41,9% menjadi US$39,9 juta.

Dari sisi operasional, ABMM berhasil meningkatkan volume coal getting sebesar 14,2% menjadi 17,9 juta ton. Kenaikan ini didorong peningkatan produksi di salah satu lokasi tambang di Kalimantan Selatan.

Selain itu, penjualan batu bara juga didukung oleh ramp-up produksi di tambang Aceh selama kuartal II-2026.

Selain memanfaatkan momentum harga, ABMM tetap menerapkan disiplin pengelolaan biaya sehingga mampu menjaga profitabilitas. Stabilitas bisnis jasa kontraktor pertambangan juga ikut berkontribusi melalui perbaikan berbagai indikator operasional.

Pada lini logistik, anak usaha perseroan juga berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama, yang memperkuat keberlanjutan bisnis ke depan.

Memasuki semester II-2026, ABMM memperkirakan peningkatan produksi dari tambang Aceh akan terus berlanjut.

Di saat bersamaan, perseroan juga tengah menyelesaikan proses perizinan aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.(RA)