JAKARTA – Kejutan terjadi dalam pengumuman lelang blok migas tahun 2026 dimana PT Nations Petroleum dinobatkan sebagai pemenang lelang blok Natuna D-Alpha. Padahal sejak tahun 2025 lalu KUFPEC, BUMN migas asal Kuwait yang melakukan joint study di Natuna D-Alpha. Adapun lelang Natuna D-Alpha sendiri dilakukan dengan mekanisme langsung.

Dalam mekanisme penawaran langsung, calon investor dapat menyampaikan minat terhadap wilayah tertentu yang memiliki potensi migas. Selanjutnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan proses evaluasi dan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski disebut penawaran langsung, mekanisme tersebut bukan berarti WK migas diberikan secara cuma-cuma kepada perusahaan tertentu. Calon kontraktor tetap harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, finansial, serta komitmen eksplorasi yang ditetapkan pemerintah.

Pada Mei 2025 lalu pihak KUFPEC secara resmi menyatakan melakukan joint study untuk Natuna D-Alpha. ““Ya kami telah selesaikan Joint Study di Natuna D – Alpha,” kata Sara disela konferensi pers POD Blok Anambas, Kamis (15/5).

Kala itu Sara mengungkapkan KUFPEC mengambil kesempatan emas untuk bisa terlibat dalam pengelolaan cadangan migas di wilayah Natuna. Dia meyakini jika hasil dari joint study positif maka KUFPEC bakal memiliki proyek gas raksasa di Indonesia. “Ini adalah peluang besar di ladang gas terbesar di Indonesia,” ujar Sara.

Beberapa nama besar bahkan pernah disodorkan oleh pemerintah untuk bergabung dengan KUFPEC dalam pengelolaan Natuna D-Alpha, termasuk ada nama-nama seperti Shell hingga Pertamina.

Tapi setelah lama tidak terdengar justru PT Nations Petroleum yang kini menjadi operator di Natuna D-Alpha. Tidak ada KUFPEC.

Nations Petroleum menjadi pemenang lelang dengan total nilai bonus tanda tangan US$200 ribu dan nilai komitmen pasti mencapai US$103.309.000. Adapun komitmen pasti tersebut diperuntukan untuk berbagai macam kegiatan seperti 3 Paket G&G Study, Akuisisi dan Processing Data Seismik 3D seluas 591 km2, 1 Pilot Unit Design and Engineering, 3 Paket CO2 Integrated Study, 1 Manufacturing, Procurement and Construction, 2 Paket EPC Design Cost, 1 Sumur Appraisal, 1 Sumur Eksplorasi, 1 Paket Operation, Multi-Mode Testing and Monitoring.

Nation Petroleum sendiri tercatat merupakan salah satu anak usaha dari Arsari Group, perusahaan yang terafiliasi langsung dengan Hashim Djojohadikusumo, adik presiden Prabowo Subianto. Dalam website resmi Arsari Group terdapat informasi yang menyatakan bahwa “Minyak bumi tetap menjadi sumber daya penting dalam mendorong pertumbuhan Indonesia. Menyadari hal ini, Nations Petroleum berinvestasi pada teknologi ekstraksi dan pemulihan terbaru untuk memaksimalkan efisiensi, mengoptimalkan sumber daya, dan berkontribusi terhadap masa depan energi yang lebih aman dan berkelanjutan”.

Kini semua mata tertuju sepak terjang Nations Petroleum dalam mengelola potensi gas di Natuna D-Alpha yang diperkirakan mencapai 46 Triliun Cubic Feet (TCF). Pasalnya nama-nama besar terdahulu seperti ExxonMobil, PTT EP hingga Pertamina tidak kunjung bisa kembangkan gas di sana. (RI)