JAKARTA – Proyek pengembangan gas Lapangan Wain di Kalimantan Timur akhirnya memasuki tahap akhir setelah bertahun-tahun mandeg akibat mengalami berbagai kendala. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memastikan gas dari lapangan yang dikelola PT Indo Sino tersebut siap dialirkan ke Kilang Balikpapan.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, mengatakan seluruh fasilitas produksi gas, termasuk jaringan pipa penyalur dari lapangan menuju Kilang Balikpapan, telah selesai dibangun dan siap dioperasikan.

“KKKS PT Indo Sino di Wilayah Kerja Wain, Kalimantan Timur, telah menyelesaikan pembangunan fasilitas produksi gas beserta pipa penyalur gas dari lapangan menuju Kilang Balikpapan,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Rabu (10/6).

Menurut Djoko, proyek tersebut sebelumnya mengalami beberapa kali penundaan akibat berbagai persoalan, mulai dari masalah internal perusahaan, keterbatasan pendanaan, hingga gangguan sosial di lapangan. Namun berbagai hambatan tersebut kini telah berhasil diatasi sehingga proyek dapat memasuki tahap produksi.

Perkembangan positif terbaru ditunjukkan oleh keberhasilan kegiatan re-entri sumur KUD-1. Hasil uji produksi selama 24 jam menunjukkan sumur tersebut mampu menghasilkan gas sekitar 6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dari satu lapisan reservoir.

“Hasil re-entri sumur KUD-1 sangat baik. Uji produksi menunjukkan laju gas sekitar 6 MMSCFD selama 24 jam dari satu lapisan reservoir,” ujar Djoko.

Potensi Lapangan Wain dinilai masih menjanjikan karena reservoir lapangan tersebut terdiri atas beberapa lapisan yang mengandung gas. Saat ini operator masih melanjutkan pengujian produksi pada lapisan-lapisan lainnya guna memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kapasitas produksi lapangan.

Djoko menambahkan, apabila seluruh tahapan pengujian berjalan sesuai rencana, gas dari Lapangan Wain akan segera disalurkan ke Kilang Balikpapan untuk mendukung kebutuhan energi dan operasional kilang.

“Insya Allah gas akan langsung dialirkan ke Kilang Balikpapan dan proyek ini siap diresmikan pada pertengahan Juni 2026,” kata Djoko. (RI)