JAKARTA – CNG Merah Putih sebagai bahan bakar alternatif untuk bisa mengurangi ketergantungan LPG rencananya akan mulai diuji coba ke masyarakat pada Agustus mendatang. Saat ini finalisasi persiapan sudah dilakukan, utamanya adalah terkait keamanan tabung gasnya.
Laode Sulaeman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan uji coba hanya akan dilakukan di beberapa kota besar. Dia belum bisa menyebutkan kota mana saja yang akan menjadi objek untuk uji coba, namun wilayah Jawa Barat akan jadi salah satu wilayah prioritas yang menjadi tempat uji coba.
“Saat ini dalam proses kita mau melakukan uji coba. Uji coba tabung. Insya Allah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu akan selesai dan kita akan kirim ke Lemigas untuk diuji, lalu kita akan rencanakan juga bagaimana nanti mulai diperkenalkan pada masyarakat,”ungkap Laode saat ditemui di Jakarta, Selasa (21//7).
Selain mempersiapkan tabung CNG dari sisi teknis, pemerintah kini tengah membahas skema pembagian ke masyarakat saat diuji nanti. “Yang penting sekarang adalah satu safetynya, yang kedua adalah mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat. Ini masih kita bahas skemanya seperti apa. Tapi uji cobanya bulan depan (Agustus),” ungkap Laode.
Saat ini tabung CNG disebutnya masih dalam proses pengujian di Cina. Setelah uji coba di Negeri Tirai Bambu rampung, PT Pindad yang dikenal sebagai BUMN yang memproduksi persenjataan dan amunisi untuk TNI maupun instansi berseragam lain bakal terlibat dalam proyek CNG.
“CNG-nya masih dilakukan uji coba, belum selesai ya, masih di Cina, masih dilakukan uji coba di Cina. Habis itu kita melakukan kerja sama dengan perusahaan BUMN yang ada di sini, kita akan melakukan dengan Pindad,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Saat ini, pemerintah masih fokus merampungkan proses uji coba di Cina sebelum melibatkan PT Pindad. Sayangnya, Bahlil tak menjelaskan lebih lanjut di tahap apa PT Pindad bakal terlibat. “Tapi itu nanti, masih cek dulu di sana (Cina). Kalau sudah selesai, baru kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ungkap dia.
Sebelumnya pemerintah menegaskan jika jadi diedarkan ke masyarakat maka subsidi tetap dibutuhkan agar harga CNG nanti bisa terjangkau.
Bahlil juga pernah menyatakan saat ini exercise untuk menjual CNG 3kg terus dilakukan untuk itu dia belum bisa mendetailkan skema penjualan hingga harganya. Tapi dia menjanjikan pemerintah akan melakukan penetrasi alias subsidi jika sudah diketahui harga keekonomian.
Pemerintah kata dia tengah mengupayakan agar harga jual CNG nantinya bisa setara dengan harga LPG 3 kg yang saat ini digunakan oleh masyarakat.
“Baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan,” kata Bahlil pada awal Mei lalu di Kementerian ESDM. (RI)


Komentar Terbaru