JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus mendorong peningkatan produksi nasional melalui program reaktivasi sumur-sumur tidak berproduksi (idle well). Salah satu upaya tersebut dilakukan di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan mengaktifkan kembali sumur G-0509 A yang sebelumnya berhenti berproduksi akibat permasalahan kepasiran.

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas menyambut baik pekerjaan reaktivasi sumur G-0509 A. Dia dan jajaran SKK Migas tidak segan untuk turun langsung ke lapangan guna memberikan dukungan penuh dan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, dalam rangka mengaktifkan kembali idle well, Jumat 24 Juli 2026, kami mengunjungi PHR yang sedang mengaktifkan idle well sumur G-0509 A dengan melakukan sidetrack dan mengganti liner. Sumur ini mati akibat masalah kepasiran,” kata Djoko dalam keterangannya, Minggu (26/7).

Ia menjelaskan, sebelum berhenti berproduksi pada 2023, sumur G-0509 A masih mampu menghasilkan minyak sekitar 150 barel minyak per hari (BOPD).

Menurut Djoko, pekerjaan reaktivasi dilakukan melalui metode sidetrack serta penggantian liner untuk mengatasi kendala teknis yang menyebabkan sumur tidak lagi dapat berproduksi.

“Terakhir sebelum mati pada tahun 2023 produksinya mencapai 150 BOPD. Mohon doa, insya Allah pengaktifan kembali idle well sumur ini dapat menghasilkan produksi minyak,” ujarnya.

Program reaktivasi idle well menjadi salah satu strategi SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menambah produksi migas nasional dalam waktu relatif singkat. Melalui pemanfaatan kembali sumur-sumur yang pernah berproduksi, diharapkan potensi cadangan yang masih tersisa dapat dioptimalkan tanpa harus membangun fasilitas baru secara besar-besaran.

Keberhasilan reaktivasi sumur G-0509 A diharapkan dapat memberikan tambahan produksi minyak sekaligus memperkuat upaya pencapaian target produksi migas nasional. (RI)