JAKARTA – Sumur minyak A10 di Cepu yang sebelumnya berada dalam kondisi shut-in kini kembali berproduksi. Pengaktifan kembali sumur tersebut menggunakan kombinasi GWSO dan teknologi straddle packer, yang disebut pertamakalinya diterpkan ExxonMobil Cepu Limited (ECML) di Indonesia.

Hasilnya cukup signifikan. Setelah kembali dioperasikan, sumur A10 saat ini mengalir dengan tambahan produksi bersih (field net uplift) sekitar 4,5 ribu barel minyak per hari (BOPD).

Produksi tersebut masih dalam tahap optimasi untuk melihat potensi peningkatan kinerja sumur lebih lanjut.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pemilihan teknologi yang tepat dalam menghidupkan kembali sumur-sumur yang sebelumnya tidak berproduksi.

Menurut dia, penggunaan bahan kimia saja memiliki keterbatasan dari sisi keberlanjutan hasil. Karena itu, teknologi packer dinilai memberikan solusi yang lebih kuat untuk menghadapi kondisi sumur dengan temperatur dan tekanan tinggi.

“Sejak awal saya sudah menyampaikan bahwa penggunaan bahan kimia tidak bisa bekerja dalam jangka waktu lama. Packer lebih baik karena jauh lebih kuat dalam menghadapi temperatur dan tekanan,” ujar Djoko kepada Dunia Energi dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Teknologi straddle packer pada dasarnya memungkinkan interval tertentu di dalam sumur diisolasi menggunakan dua packer. Dengan metode tersebut, treatment dapat diarahkan secara lebih selektif ke zona yang menjadi sasaran tanpa harus memberikan perlakuan pada seluruh bagian sumur.

Pendekatan ini menjadi penting dalam upaya mengoptimalkan sumur-sumur eksisting, khususnya sumur yang mengalami penurunan produksi atau bahkan harus dihentikan sementara karena persoalan teknis.

Pada kasus A10, penerapan teknologi tersebut dikombinasikan dengan formulasi GWSO untuk membantu mengatasi permasalahan yang sebelumnya menyebabkan sumur berada dalam kondisi shut-in.

Setelah dilakukan intervensi, sumur kemudian kembali dibawa ke kondisi produksi. Saat ini, A10 mencatat field net uplift sekitar 4.500 BOPD dan masih terus dipantau untuk mendapatkan tingkat produksi yang optimal.