JAKARTA — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Cipta Niaga Gemilang mulai melakukan pengeboran atau tajak Sumur Eksplorasi BET-1 di Wilayah Kerja (WK) atau blok Jabung, Provinsi Jambi.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, kegiatan pengeboran tersebut merupakan bagian dari komitmen eksplorasi untuk mendukung upaya penemuan sumber daya dan cadangan minyak dan gas bumi baru di Indonesia. “Alhamdulillah, KKKS PT Cipta Niaga Gemilang hari ini tajak Sumur Eksplorasi BET-1 di Wilayah Kerja Jabung,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Kamis (3/9).
Sumur eksplorasi BET-1 berlokasi di Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Pemboran sumur tersebut menggunakan Rig ECI#1 berkapasitas 1.500 Horse Power (HP). Target hidrokarbon yang dibidik adalah minyak pada Formasi LTAF sebagai target utama dan Formasi BRF sebagai target sekunder.
Pemboran ditargetkan mencapai kedalaman akhir 9.219 kaki (ft). Kegiatan pengeboran dan pengujian atau testing direncanakan berlangsung selama 56 hari operasi.
“Direncanakan dilakukan tujuh kali Drill Stem Test (DST) untuk memperoleh besaran laju produksi atau rate produksi serta data bawah permukaan (subsurface) dalam rangka mengevaluasi potensi hidrokarbonnya,” ujar Djoko.
Dia mengungkapkan, sumber daya minyak yang menjadi target eksplorasi diperkirakan mencapai lebih dari 50 juta barel. Adapun biaya pengeboran sumur eksplorasi BET-1 diperkirakan sekitar US$15,46 juta.
“Target reservoir yang dicari adalah minyak, kira-kira di atas 50 juta barel. Biaya pengeborannya kurang lebih seharga pesawat jet, sekitar US$15,46 juta,” kata Djoko.
Dia menegaskan, seluruh kegiatan pengeboran akan dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan perlindungan lingkungan (K3LL), serta prinsip operasi yang aman dan efisien.
Kegiatan eksplorasi Sumur BET-1 merupakan hasil kolaborasi antara SKK Migas dan PT Cipta Niaga Gemilang. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah.
“Sinergi dan koordinasi yang terjalin menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan eksplorasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur Djoko.
Pengeboran Sumur BET-1 diharapkan dapat memberikan tambahan data bawah permukaan sekaligus menguji potensi hidrokarbon di WK Jabung. Hasil pengeboran dan rangkaian pengujian nantinya akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut terhadap prospek sumber daya minyak di wilayah tersebut.





Komentar Terbaru