JAKARTA – PT Samindo Resources Tbk (MYOH) optimistis bisa mencapai target pemindahan batuan penutup (overburden removal) sebesar 34,5 juta bank cubic meter (bcm) hingga akhir 2026 seiring capaian hingga Juli sebesar 21,01 juta bcm. Realisasi overburden hingga Juli melampaui target yang ditetapkan perusahaan sebesar 19,13 juta bcm.

Sejalan dengan pengupasan lahan, produksi batubara (coal getting) berhasil menembus 3,33 juta ton, melampaui target rencana kerja 3,16 juta ton dan meningkat dibandingkan perolehan 2,90 juta ton pada periode yang sama tahun 2025.

Tren positif ini turut diikuti oleh segmen jasa pengangkutan batubara (coal hauling), yang mencatatkan total volume pengangkutan sebesar 14,09 juta ton, sukses melampaui target rencana sebesar 13,99 juta ton sekaligus tumbuh dari realisasi 13,58 juta ton pada periode tahun sebelumnya.

Ahmad Zaki Natsir, Corporate Secretary Samindo,  mengatakan kinerja operasional yang positif hingga Juli 2026 didukung, salah satunya yang utama adalah oleh fator cuaca. “Bahkan sepanjang Agustus lalu, tidak ada hujan sama sekali. Namun saat ini masalahnya kabut asap karena kebakaran hutan. Efeknya membuat jarak pandang terbatas,” ujar Ahmad Zaki di Jakarta, Rabu (2/9).

Selain kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan tingkat curah dan waktu hujan yang lebih rendah dari proyeksi, efisiensi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang lebih optimal, serta perolehan alokasi volume tambahan dari klien utama Perseroan, PT Kideco Jaya Agung ikut mendukung capaian kinerja operasional Samindo.

Akselerasi produksi ini sejalan dengan tren pemulihan dan penguatan harga batubara global, yang mendorong pemilik konsesi tambang untuk memaksimalkan ritme penggalian lapisan penutup dan pemuatan batubara guna menangkap momentum harga komoditas di pasar internasional. Tingginya permintaan pengupasan batuan penutup dan penambangan batubara tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh Perseroan melalui kesiapan armada alat berat dan keunggulan operasional di lapangan.

Kinerja operasional yang tangguh tersebut menopang perolehan top-line perseroan secara konsisten. Pada semester I 2026, Samindo Resources membukukan total pendapatan konsolidasi sebesar US$83,99 juta, tumbuh positif dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$79,57 juta.

Kontributor terbesar kenaikan pendapatan ini berasal dari jasa pemindahan tanah dan pengambilan batubara (overburden removal & coal getting) yang menyumbang US$48,32 juta (melesat 15,2% dibandingkan US$41,93 juta pada Semester I 2025), disusul oleh segmen jasa pengangkutan batubara (coal hauling) sebesar US$21,76 juta. Peningkatan pendapatan ini merupakan hasil langsung dari peningkatan volume pekerjaan penambangan, perbaikan efisiensi operasional pit tambang, serta penambahan alokasi dari mitra tambang utama Perseroan.

“Memasuki paruh kedua 2026, kami optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring utilisasi armada alat berat yang prima dan disiplin efisiensi biaya guna mengamankan target pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun,” kata Ahmad Zaki.(AT)