JAKARTA – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) Zona 10 berhasil menyelesaikan kegiatan well service dan workover pada sumur Victor V-7 di Lapangan Sepinggan, Kalimantan Timur. Pekerjaan tersebut dinyatakan selesai pada 1 September 2026 dan selanjutnya diserahterimakan kepada Tim Produksi.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan pekerjaan diawali dengan kegiatan well service berupa fishing downhole equipment. Tim Well Intervention PHKT berhasil melakukan pengangkatan peralatan bawah permukaan tersebut sehingga membuka akses ke sumur Sepinggan Victor V-7 hingga kedalaman 13.000 kaki yang menjadi zona interest.
“Pekerjaan kemudian dilanjutkan dengan workover berupa perforasi untuk membuka lapisan 87-8 pada interval 13.411–13.423 ftBRT serta lapisan 88-5 pada interval 13.471–13.489 ftBRT dan 13.494–13.511 ftBRT,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Rabu (2/9).
Lebih lanjut dia menuturkan berdasarkan hasil uji produksi setelah pekerjaan pada 1 September 2026, sumur V-7 mencatatkan produksi minyak sebesar 710 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD). “Angka tersebut mencapai 242% dari target awal sebesar 293 BOPD,” ungkap Djoko.
Selain minyak, sumur tersebut juga menghasilkan gas sebesar 0,8 MMSCFD, lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar 0,5 MMSCFD.
Secara operasional, pekerjaan workover sumur Victor V-7 menggunakan Accommodation Working Barge, Slickline, dan Electric Line Unit. “Melalui optimasi pelaksanaan pekerjaan, durasi workover dapat dipangkas menjadi empat hari dari rencana awal 13 hari,” kata Djoko.
Dari sisi biaya, estimasi pengeluaran hingga 1 September 2026 mencapai US$126.371 atau sekitar 15 persen dari rencana anggaran sebesar US$816.624 yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Keberhasilan pekerjaan ini menunjukkan upaya PHKT dalam mengoptimalkan kegiatan intervensi sumur untuk meningkatkan produksi minyak dan gas sekaligus menjaga efisiensi waktu serta biaya operasional. (RI)





Komentar Terbaru