JAKARTA – The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 resmi dibuka di Convention Grand Ballroom, JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026). Forum energi baru, terbarukan, dan konservasi energi (EBTKE) tersebut menjadi momentum konsolidasi pelaku industri untuk mempercepat implementasi transisi energi di Indonesia.
Penyelenggaraan tahun ini menjadi yang pertama dengan melibatkan sembilan organisasi dalam satu forum. Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) bertindak sebagai tuan rumah utama, sementara Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) sebagai co-host. Forum ini juga melibatkan tujuh asosiasi mitra, yakni AESI, AEAI, API, MEBI, APPLTA, PJCI, dan Masyarakat Biometana Indonesia, serta Boston Consulting Group sebagai knowledge partner.
Yuliot, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pentingnya pengembangan EBTKE untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
“Swasembada energi dan hilirisasi, perluasan akses dan jangkauan terhadap energi bagi masyarakat dan industri,” ujar Yuliot dalam pembukaannya, Rabu (2/9).
Menurut dia, transisi energi tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan komitmen global. Pengembangan energi baru dan terbarukan juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik serta ketidakpastian pasokan energi fosil.
Sementara itu, Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM mengatakan Indonesia telah memasuki fase eksekusi dalam agenda transisi energi. Pemerintah, kata dia, mulai menggeser fokus dari tahap perencanaan menuju realisasi proyek strategis di lapangan. “Implementasi pengembangan EBTKE (bauran EBT dalam bauran energi) telah mencapai 17,3% pada semester ini,” kata Eniya.
Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong percepatan pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 30% pada 2034. Pencapaian target tersebut membutuhkan percepatan pembangunan proyek, dukungan investasi, serta kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.
Norman Ginting, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengatakan penyatuan sembilan organisasi dalam IndoEBTKE ConEx 2026 menunjukkan pendekatan whole-of-sector dalam pengembangan ekosistem energi bersih nasional.
Menurut Norman, transisi energi tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan yang hanya berfokus pada satu jenis teknologi atau sumber energi. Ekosistem tersebut mencakup energi surya, angin, panas bumi, bangunan hijau, efisiensi energi hingga manufaktur peralatan kelistrikan dalam negeri.
“Penyatuan sembilan organisasi dalam satu forum mencerminkan pendekatan menyeluruh terhadap transisi energi,” ujar Norman.
Pada hari pertama, IndoEBTKE ConEx 2026 juga ditandai dengan pembukaan area pameran yang diikuti 22 perusahaan dari sektor energi terbarukan dan kelistrikan. Selain itu, rangkaian acara mencakup sesi plenary, breakout session, serta pembukaan Networking Hub yang mempertemukan pengembang proyek dengan investor dan lembaga pembiayaan.
Agenda lainnya adalah Signing Ceremony for EBTKE yang mencatat 12 penandatanganan dukungan terhadap program EBTKE.
Dukungan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan eksekusi proyek energi berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan ASEAN.
IndoEBTKE ConEx 2026 turut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan dan institusi, antara lain Pertamina, BPDP, GIZ, GGGI, PLN, Supreme Energy, Sembcorp, Star Energy Geothermal, HK, Summit Niaga, Geo Dipa, PCG Global, dan WIKA.
Penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx ke-12 juga menjadi bagian dari Indonesia Energy & Engineering Series 2026. Dalam rangkaian Energy Week yang sama, turut digelar Electric & Power Indonesia (EPI) ke-24.
Sinergi kedua agenda tersebut diarahkan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, investor, lembaga pembiayaan, dan akademisi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pasar dengan inovasi dan solusi teknologi sekaligus mendukung realisasi program pemerintah di sektor energi baru dan terbarukan. (RI)





Komentar Terbaru