JAKARTA – Jutaan barel minyak yang selama ini hanya mengendap di dalam tangki penyimpanan dan belum bisa diangkat. SKK Migas kini menyiapkan terobosan untuk mencairkan kembali minyak tersebut agar dapat masuk ke dalam rantai lifting minyak nasional.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas(SKK Migas) menyatakan total minyak yang berstatus deadstock tersebut mencapai sekitar 2,57 juta barel dan tersebar di berbagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
Upaya mengeluarkan minyak yang selama ini “terkunci” di dasar tangki itu mulai memasuki tahap konkret setelah ditandatanganinya Letter of Intent (LoI) untuk menjalankan proyek percontohan (pilot project).
“Telah ditandatangani LoI, pilot proyek perdana untuk mencairkan produksi minyak yang telah berada di tangki-tangki KKKS, untuk di-lifting, menggunakan teknologi bakteri, chemical, dan mekanik,” kata Djoko dalam keterangannya yang diterima Dunia Energi (13/9).
Persoalannya bukan karena minyak tersebut tidak pernah diproduksikan. Minyak itu telah keluar dari sumur, tetapi karakteristik fisik crude membuat sebagian minyak kemudian mengendap di dasar tangki dan membeku ketika berada dalam kondisi temperatur dan tekanan permukaan.
Akibatnya, minyak tersebut tidak dapat dengan mudah dialirkan kembali untuk diproses dan di-lifting, sehingga masuk dalam kategori deadstock.
“Karena sifat fisik crude-nya, minyak yang telah diproduksikan dari sumur-sumur minyak mengendap di dasar tangki dan membeku dalam kondisi temperatur dan tekanan permukaan, sehingga berstatus sebagai deadstock sebesar total 2,57 juta barel tersebar di berbagai KKKS,” ujar Djoko.
Melalui proyek percontohan ini, teknologi bakteri, chemical, hingga metode mekanik akan digunakan untuk mengatasi persoalan minyak yang mengeras dan mengendap tersebut.
Jika berhasil, minyak yang selama ini hanya menjadi deadstock di fasilitas penyimpanan berpotensi kembali menjadi minyak yang dapat di-lifting. Langkah ini sekaligus menjadi salah satu upaya mengoptimalkan setiap potensi produksi minyak yang sudah tersedia di atas permukaan.
Djoko pun meminta dukungan agar proyek tersebut dapat berjalan dan menghasilkan hasil yang diharapkan. “Mohon dukungan dan doa agar minyak-minyak tersebut dapat dicairkan dan di-lifting,” kata dia.





Komentar Terbaru