JAKARTA – Pemerintah menyatakan produksi minyak blok Rokan masih belum dalam kondisi yang maksimal lantaran masih belum selesainya perbaikan turbin untuk pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) yang dikelola oleh PT PLN Mantau Cipta Tenaga Nusantara (PLN MCTN).

Laode Suleman, Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menegaskan blok Rokan sama seperti blok Cepu merupakan andalan dalam produksi minyak nasional. Untuk itu diharapkan produksinya memang bisa segera kembali normal. Pemerintah bahkan menargetkan sudah ada perubahan pada bulan Agustus nanti. “Rokan on progress. Kita upayakan di Agustus ini sudah mulai ada perubahan (produksi minyak),” kata Laode ditemui disela Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JCC Jakarta, Selasa (21/7).

Perbaikan turbin pembangkit listrik memang sudah selesai beberapa pekan lalu. Namun saat turbin tiba di lokasi pembangkit ternyata kinerjanya belum sesuai yang disyaratkan untuk bisa digunakan di pembangkit.

“Kan turbin itu salah satu instrumen pembangkitan yang memerlukan proses namanya kestabilan. Jadi kalau dia enggak seimbang dia harus diuji terus sampai dia seimbang. Kemarin sudah seimbang di pabrik (perbaikan) pas tiba di lokasi terjadi lagi ketidakseimbangan jadi sekarang harus dikembalikan lagi pada posisi itu baru bisa dioperasikan,” jelas Laode.

Gangguan pada fasilitas pembangkit listrik PLN MCTN sebelumnya menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan produksi minyak di Wilayah Kerja Rokan pada awal 2026 hingga kini. Fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pasokan listrik untuk operasional lapangan dan fasilitas produksi yakni menggerakkan ribuan pompa angguk di sana.

Herline Wulan Sari, Sekretaris Perusahaan PLN MCTN sebelumnya pernah menyatakan  bahwa manajemen dan tim teknis perusahaan sedari awal fokus pada perbaikan mengingat krusial dan pentingnya  keberadaan pembangkit listrik MCTN bagi keberlanjutan produksi minyak blok Rokan. “Kami fokus, selesaikan perbaikan. Semoga bisa segera selesai, karena kami paham betul pembangkit ini sangat penting,” ujar Wulan.