JAKARTA – PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) terus memperkuat ekspansi bisnisnya di Australia. Melalui anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), perseroan menyuntikkan modal senilai US$ 4,7 juta atau setara Rp77 miliar (kurs Rp16.500) ke Grup Moura Materials.

Aksi korporasi tersebut diungkapkan Corporate Secretary BUMA Internasional, Olga Oktavia Patuwo dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (18/9).

“Pada tanggal 16 September 2026, BUMA Indonesia melakukan peningkatan modal sejumlah US$ 4.700.000 secara langsung dan tidak langsung pada Grup Moura Materials,” tulis Olga.

Grup Moura Materials sendiri terdiri dari empat entitas yakni Moura Materials HoldCo Pty Ltd, MidCo Pty Ltd, BidCo Pty Ltd, dan Services Pty Ltd. Keempatnya 100% dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh BUMA Indonesia, yang 99,99% sahamnya dikuasai DOID.

Menariknya, nilai transaksi ini tergolong jumbo. Persentase nilai transaksi terhadap ekuitas mencapai *188,22%* berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya komitmen perseroan untuk mengembangkan unit bisnis material di Australia tersebut.

Manajemen menegaskan, suntikan modal ini merupakan satu rangkaian transaksi pendanaan yang dialirkan secara berjenjang melalui Grup Moura Materials, bukan investasi terpisah di masing-masing entitas.

Dana tersebut nantinya akan dikonversi ke Dolar Australia (AUD) berdasarkan kurs Reserve Bank of Australia pada tanggal penerimaan dana, dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Grup Moura Materials.

Meski nilainya signifikan terhadap ekuitas, manajemen memastikan langkah ini tidak akan mengganggu kondisi keuangan induk.

“Berdasarkan penilaian Perseroan, peningkatan modal tidak berdampak material pada kondisi keuangan Perseroan,” pungkas Olga.

Transaksi ini dilakukan tanpa persetujuan RUPS karena merupakan transaksi material yang dikecualikan sesuai regulasi OJK.(RA)