JAKARTA – Pemerintah Indonesia membuka peluang lebih luas bagi investor China untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW).
Ajakan itu disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai, Jumat (17/7).
Program PLTS 100 GW merupakan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto tetkait percepatan transisi menuju energi hijau. Pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional dapat mencapai 100 GW pada 2029 sebagai bagian dari strategi penguatan energi bersih dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.
“Indonesia mengapresiasi investasi China dalam pengembangan PLTS Terapung Cirata. Proyek ini menunjukkan besarnya potensi kerja sama kedua negara dalam mendukung transisi energi,” ujar Airlangga.
Pemerintah berharap kemitraan dengan China tidak hanya menambah investasi, tetapi juga mempercepat transfer teknologi dan memperkuat industri panel surya nasional.
Pada 2025 nilai perdagangan bilateral mencapai US$154,6 miliar dan China masuk 3 besar investor asing terbesar di RI dengan realisasi US$8,1 miliar.
Selain energi, kedua negara membahas penguatan Two Countries Twin Parks (TCTP), perluasan akses pasar, dan dukungan China terhadap pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Sekretariat RCEP.
Menjelang KTT APEC 2026, Airlangga juga menyampaikan dukungan Indonesia atas kepemimpinan China sebagai Ketua APEC tahun ini.(RA)

Komentar Terbaru