JAKARTA – Saat ini, industri pertambangan nasional sudah semakin berkembang. Perannya pun semakin penting sebagai penopang perekonomian nasional. Namun harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan maupun permasalahan yang dihadapi. Industri pertambangan harus menghadapi dinamika baik dari internal maupun eksternal.

Mulai dari dinamika geopolitik internasional dan dinamika supply-demand komoditas mineral dan Batubara di pasar internasional. Kondisi yang berimbas pada harga komoditas pertambangan mineral dan batubara mengalami fluktuasi.

Sementara dari dalam negeri, industri pertambangan menhgadapi sejumlah tantangan mulai dari masih maraknya aktivitas pertambangan ilegal dan beberapa kasus pelanggaran hukum lainnya. Kemudian lahirnya peraturan atau regulasi baru di sektor pertambangan maupun di sektor. Kebijakan ini berdampak kepada keberlanjutan operasional pertambangan.

Mulai dari regulasi perijinan di bidang lingkungan hidup, kehutanan dan tata ruang wilayah. Juga regulasi di bidang fiscal yang sedikit banyak menambah beban bagi industri pertambangan. Sampai paruh pertama tahun ini, sektor pertambangan mengalami kontraksi dengan catatan pertumbuhannya negatif.

Meski demikian ada catata menarik bahwa meski dari sisi produksi beberapa komoditi seperti nikel dan batubara yang dipangkas namun penerimaan dari kedua sektor ini mengalami kenaikan. Meski angka produksi nikel dan batubara sampai periode Agustus lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, namun penerimaan negara dari kedua komoditi ini lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Tantangan lainnya yang juga dihadapi industri tambang saat ini adalah transisi energi yang juga terkait dengan elektrifikasi, perkembangan teknologi dan juga efisiensi. Dunia pertambangan didorong untuk terus melakukan adaptasi terkait perkembangan global.

Sejauh ini PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) sebagai sebuah organisasi Profesi berperan aktiv dalam mendukung kemajuan di sektor pertambangan. PERHAPI yang tahun ini merayakan HUT-36 berperan aktif dengan menyumbangkan pengetahuan dan kemampuan para anggotanya dalam bidang pertambangan demi kemajuan dan perkembangan usaha pertambangan di Indonesia dalam rangka pembangunan nasional.

Ada sejumlah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan meningkatkan kegiatan penelitian ilmiah, mengembangkan teknologi dan memajukan ilmu pertambangan baik dalam bidang eksplorasi, penambangan maupun metalurgi, serta ilmu-ilmu yang bertaliamn dalam arti yang seluas-luasnya.

Pada tahun 2026 ini, jumlah keanggotaan lebih dari 14.000 orang baik yang masih aktif maupun tidak, yang mencakup berbagai kalangan, mulai dari ASN, akademisi maupun praktisi yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, instansi pendidikan serta dunia usaha.
PERHAPI juga aktif memberikan masukan dan dukungan untuk bisa memberikan solusi yang paling adil bagi semua pihak untuk keluar dari permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Sedikit banyak, PERHAPI masih tetap menjadi satu pihak yang cukup banyak dipertimbangkan untuk dapat memberikan kontribusi guna mencari solusi atas permasalahan di sektor pertambangan tersebut .

Hal ini tentunya tidak lepas dari adanya kepercayaan dari para stake-holder di sektor pertambangan baik dari kalangan Pemerintah, kalangan Industri atau Dunia Usaha, serta dari Masyarakat sendiri atas peran dan kiprah PERHAPI di dalam Sektor Pertambangan Tanah Air.

“Kami tentunya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang masih tetap mempercayai kami untuk terus berperan di dalam kontribusi untuk memajukan sektor industry pertambangan yang kita cintai ini,”ungkap Ketua Umum PERHAPI Sudirman Widhy Hartono dalam sambutan pembukaan perayaan HUT PERHAPI ke-36 di Jakarta (10/9).

Dalam pada perayaan syukuran ulang tahun PERHAPI kali ini diadakan Forum Diskusi dengan tema Industri Mineral dan Batubara, Kondisi Saat ini dan Kontribusinya Bagi Masa Depan Bangsa dan Negara.

Para narasumber pada Forum Diskusi tsb berasal dari kalangan pemerintah yang mewakili regulator, maupun dari kalangan industri pertambangan yang mewakili dunia usaha, guna memberikan insight-nya mengenai kondisi sektor pertambangan saat ini. “Diharapkan forum ini bisa menjadi bekal awal bagi kami untuk dapat ditindaklanjuti dalam program kegiatan organisasi berikutnya dalam rangka menyusun masukan dan rekomendasi yang positif dan konstruktif kepada pemerintah maupun seluruh stakeholder di industry pertambangan minerba,”tandas Widhy.

Di kesempatan ini Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan ucapan selamat kepada PERHAPI yang merayakan HUT ke-36. “PERHAPI telah menjadi mitra strategis pemerintah. Sebagai organisasi profesi yang anggotanya adalah professional pertambangan, kontribusi PERHAPI masih sangat dibutuhkan untuk memajukan Pertambangan ke depan,”pungkasnya.(RA)