JAKARTA – PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) belum merealisasikan anggaran eksplorasi sebesar Rp2,6 miliar sepanjang 2026 hingga kuartal II.
Berdasarkan laporan kegiatan eksplorasi Jumat (10/7/2026), penundaan terjadi karena kegiatan pengeboran masih dalam tahap evaluasi operasional.
Manajemen menjelaskan, dari alokasi dana kuartal II-2026 sebesar Rp650 juta belum ada realisasi. Hal itu disebabkan pengeboran masih menunggu hasil evaluasi kebutuhan operasional penambangan.
Perseroan menargetkan kegiatan pengeboran mulai dilaksanakan pada awal kuartal III-2026. Aktivitas difokuskan di Blok Bara 1245 dan Blok Bara 678, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
BSSR akan menggunakan metode pengeboran vertikal dengan sistem partly coring serta pengukuran geophysical logging di setiap titik bor. Pola pengeboran yang diterapkan berupa stratigraphy additional drilling dengan jarak antarjalur 250 hingga 500 meter.
Kegiatan akan dikerjakan oleh PT Mitrajasa Sentosa Cemerlang (MJSC) menggunakan satu unit rig bor Jackro 300 dengan pipa HQ, didukung tim geologi dari wellsite geologist hingga senior geologist.
PT Baramulti Suksessarana Tbk adalah perusahaan pertambangan batu bara dan perdagangan energi yang berpusat di Jakarta, dengan wilayah operasional tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.(RA)

Komentar Terbaru