JAKARTA – BHP Group memulai proses pembukaan kembali tambang tembaga Cerro Colorado di Chili dengan rencana investasi US$1,5 miliar. Dana tersebut ditargetkan untuk membuat tambang beroperasi selama 20 tahun ke depan.
Perusahaan tambang asal Australia itu, Rabu, menyatakan telah mengajukan izin lingkungan baru untuk Cerro Colorado. Tambang yang terletak di Gurun Atacama ini merupakan bagian dari divisi Pampa Norte BHP di wilayah utara Chili, bersama operasi Spence.
Cerro Colorado ditutup sejak akhir 2023 setelah izin penggunaan airnya ditolak akibat protes masyarakat setempat.
Untuk menghidupkan kembali operasi, BHP akan menjajaki teknologi leaching atau pelindian dan penggunaan air desalinasi. Dalam dokumen pengajuan, perusahaan memaparkan rencana memakai air limbah yang telah diolah.
Air tersebut akan dialirkan melalui pipa sepanjang lebih dari 100 km dari wilayah Alto Hospicio menuju lokasi tambang.
“Menurut perusahaan, inisiatif ini akan memungkinkan tambang tersebut beroperasi selama 20 tahun,” demikian pernyataan BHP dikutip dari mining.com, Jumat(3/7). Total biaya proyek diperkirakan mencapai US$1,5 miliar.
Sebelumnya BHP menargetkan menghidupkan kembali Cerro Colorado pada akhir dekade ini. Dibanding tambang raksasa Escondida dan proyek pengembangan Spence di dekatnya, Cerro Colorado merupakan aset berukuran kecil dalam portofolio BHP di Chili.(RA)

Komentar Terbaru