JAKARTA – Penataan pengelolaan sumur minyak masyarakat terus digenjot. Selain untuk meningkatkan kesejahteraan, dalam jangka pendek keberadaannya juga diharapkan bisa berkontribusi langsung terhadap produksi minyak nasional.
Blora sendiri merupakan salah satu daerah penghasil minyak tua terbesar di Indonesia dengan ribuan titik sumur masyarakat yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan warga.
Upaya penataan dan legalisasi sumur minyak masyarakat terus menunjukkan hasil positif. Salah satu sumur yang dikelola UMKM PT Mataram Connection di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kini berhasil memproduksikan minyak sebesar 16 barel minyak per hari (BOPD) dengan memanfaatkan pompa listrik buatan lokal.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi sederhana hasil inovasi masyarakat mampu mendukung peningkatan produksi minyak dari sumur-sumur masyarakat.
“Alhamdulilah satu sumur UMKM PT. Mataram Conection di Blora Jateng dapat memproduksi minyak 16 BOPD dengan menggunakan pompa listrik buatan lokal setempat, kedalaman sumur 50 meter,” ujar Djoko dalam keterangannya, Senin (29/6).
Pemerintah bersama SKK Migas dan Pertamina terus mempercepat penataan sumur minyak masyarakat melalui implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan kepastian hukum bagi koperasi, BUMD, dan UMKM untuk mengelola sumur masyarakat melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sehingga kegiatan produksi dapat dilakukan secara legal, aman, dan memenuhi aspek keselamatan serta lingkungan.
SKK Migas sebelumnya mengungkapkan potensi besar kontribusi sumur masyarakat terhadap peningkatan produksi minyak nasional. Salah satu contohnya berada di Bangkalan, Jawa Timur, yang diperkirakan memiliki potensi produksi hingga 1.500 BOPD setelah pengelolaannya ditata secara resmi. Sementara di Blora, penandatanganan kerja sama antara UMKM PT Mataram Connection, koperasi, dan Pertamina EP Cepu menjadi tonggak penting legalisasi pengelolaan sumur masyarakat agar hasil produksinya dapat diserap secara resmi oleh KKKS dan mendukung target peningkatan lifting minyak nasional.


Komentar Terbaru