JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi energi nasional melalui pengelolaan armada laut yang modern, efisien, dan berstandar internasional. Salah satunya adalah MT Pagerungan yang mendukung konektivitas energi dari terminal utama seperti Balongan, Tuban, dan Tanjung Wangi serta sejumlah wilayah operasional di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Indonesia Timur.

Dalam lima tahun terakhir, kapal ini telah menjalani modernisasi melalui penerapan teknologi yang mendukung efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, serta pengelolaan lingkungan.

Arif Yunianto, Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, menuturkan armada laut memiliki peran penting dalam memastikan energi dapat menjangkau berbagai wilayah Indonesia secara konsisten. Distribusi energi melalui jalur laut membutuhkan armada yang andal, adaptif, dan mampu menjawab tantangan operasional di berbagai wilayah.

“Melalui modernisasi kapal seperti MT Pagerungan, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat sistem logistik energi agar pasokan dapat tersalurkan secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Arif di Jakarta, Rabu (20/5).

Dari sisi teknologi, MT Pagerungan dilengkapi sejumlah perangkat pendukung efisiensi energi, antara lain Fin Stabilizer yang membantu menjaga kestabilan kapal saat berlayar, sehingga hambatan gerak dapat dikurangi dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih optimal. Disisi lainnya, penggunaan Variable Frequency Drive (VFD) yang mampu mengatur kerja motor listrik secara dinamis agar penggunaan energi lebih efisien dan beban kerja mesin dapat dikelola dengan lebih baik.

Arif menjelaskan selain teknologi efisiensi energi, MT Pagerungan juga telah dilengkapi Ballast Water Treatment System (BWTS) yang berfungsi mengolah air ballast sebelum dibuang kembali ke laut, termasuk melalui proses penyaringan dan penonaktifan organisme biologis maupun mikroorganisme. Penerapan BWTS menjadi bagian dari kepatuhan kapal terhadap standar lingkungan internasional, sekaligus mendukung perlindungan ekosistem perairan dari potensi penyebaran spesies invasif.

Melalui penerapan teknologi tersebut, MT Pagerungan dapat menjalankan operasional distribusi secara lebih efektif, aman, dan ramah lingkungan. Kapabilitas ini mendukung keandalan kapal dalam mengangkut berbagai produk olahan energi, termasuk produk minyak ringan atau light oil products seperti Marine Fuel Oil (MFO), High Speed Diesel (HSD), dan Marine Gas Oil (MGO). (RI)