JAKARTA – PLN melalui PLN Energi Power Indonesia (PLN EPI) mendapatkan tawaran menggiurkan untuk memastikan suplai gas pembangkit listrik. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menawarkan gas Masela dengan alokasi volume yang cukup besar.

Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN EPI, mengungkapkan penawaran resmi dari SKK Migas sudah masuk dan saat ini sedang dibahas secara intensif oleh manajemen.

““Kita sudah mendapatkan penawaran 2,5 MTPA (Metrik Ton Per Annum) dari SKK Migas. Masih negosiasi,” ujar Rakhmad kepada Dunai Energi (13/5).

PLN EPI kata Rakhmad menyambut baik dan mendukung pengembangan proyek upstream baru seperti proyek Masela. “Ini sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gas bagi PLN yang terus meningkat dalam rangka ketahanan dan transisi energi,” ujar Rakhmad.

Jika sepakat, maka PLN EPI akan menjadi salah satu pembeli utama gas Masela yang punya target produksi mencapai 9,5 MTPA serta 150 MMscfd dalam bentuk gas pipa. Serta ada juga kondensat mencapai 35 ribu barel per hari (BPH).

PLN EPI memproyeksikan kebutuhan gas untuk pembangkit listrik akan terus meningkat seiring lonjakan konsumsi listrik nasional dan percepatan elektrifikasi di berbagai sektor. Hingga 2034, kebutuhan gas PLN diperkirakan tumbuh sekitar 4,5% per tahun, dengan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi tulang punggung dalam mendukung transisi energi Indonesia.

“Power sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi sekitar 4.6-5.4% per tahun, didorong elektrifikasi di sektor transportasi, industri, residensial, hingga pertumbuhan data center,” ujar Rakhmad.

Kebutuhan gas PLN diperkirakan meningkat dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Kenaikan ini akan didominasi oleh LNG sebagai solusi atas penurunan pasokan gas pipa domestik. Kebutuhan LNG akan terus meningkat untuk menutup penurunan produksi gas domestik melalui pipa dan memenuhi pertumbuhan permintaan listrik.