JAKARTA — PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menegaskan bahwa fundamental bisnis dan arah strategis perseroan tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika pasar global dan perubahan komposisi indeks pasar modal internasional. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merupakan salah satu dari 13 saham emiten yang keluar dari kategori MSCI Small Cap Index dalam periode evaluasi yang sama.
Wisnu Danandi Haryanto, Corporate Secretary Antam, mengatakan bahwa dinamika indeks global merupakan bagian dari proses pasar modal internasional yang terus berkembang, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk market structure, market accessibility, likuiditas, serta evaluasi indeks secara berkala.
“Antam memandang dinamika pasar sebagai bagian dari mekanisme pasar modal global yang wajar. Perseroan tetap fokus menjaga fundamental bisnis, memperkuat operational excellence, serta memastikan keberlanjutan strategi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Wisnu dalam keterangannya, Rabu (13/5).
Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) resmi mengeluarkan lima saham besar asal Indonesia dari kategori MSCI Global Standard Index. Berdasarkan publikasi resmi MSCI, Rabu, lima saham saham yang didepak termasuk diantaranya terdapat emiten sektor energi dan pertambangan, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Saham Antam juga termasuk dari 13 saham emiten yang dikeluarkan dari kategori MSCI Small Cap Indexes dalam periode evaluasi yang sama.
Pada penutupan perdagangan Rabu, saham Antam tercatat turun Rp70 atau 1,96% ke level Rp3.500.
Antam pada kuartal I 2026 mencatatkan pertumbuhan profitabilitas dengan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, meningkat 58% dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar Rp2,32 triliun. Sejalan dengan peningkatan tersebut, Antam juga membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar 55%, dengan capaian EBITDA kuartal I 2026 sebesar Rp5,05 triliun, dibandingkan Rp3,26 triliun pada kuartal I 2025.
Wisnu mengungkapkan fundamental bisnis Antam tetap solid seiring berjalannya strategi hilirisasi mineral dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Perseroan memastikan proyek-proyek strategis, termasuk pengembangan rantai pasok baterai kendaraan listrik berbasis nikel, tetap berjalan sesuai rencana.
Sejalan dengan itu, Antam juga terus mendorong penguatan kualitas tata kelola perusahaan, transparansi, dan keterbukaan informasi kepada investor domestik maupun global. Perseroan menilai aspek transparency, disclosure, dan investor engagement menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik investasi jangka panjang Perseroan di pasar global.
Selain menjaga pertumbuhan bisnis, Antam juga terus memperkuat kualitas komunikasi dengan investor melalui peningkatan kualitas public disclosure, penguatan engagement dengan investor institusi global, serta partisipasi aktif dalam berbagai forum investasi internasional.
Antam juga berkomitmen terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui berbagai standar internasional, termasuk penguatan ESG governance, audit independen, serta sustainability reporting yang berkelanjutan. “Antam akan terus fokus pada penciptaan value jangka panjang melalui penguatan fundamental bisnis, hilirisasi, serta implementasi tata kelola perusahaan yang baik dan berstandar internasional,” kata Wisnu.(AT/RA)


Komentar Terbaru