JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapatkan alokasi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) yang rencananya diperuntukkan untuk beberapa program diantaranya listrik desa serta infrastruktur gas.

Ahmad Erani Yustika, Sekretaris Jendral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan jumlah ABT yang dicairkan mencapai Rp 14 triliun. “Kami konsolidasi program yang harus dijalankan, eksekusinnya dipercepat. Kita punya program banyak, ABT juga sudah keluar dari Kementerian Keuangan,” kata Erani di Kementerian ESDM, Selasa (19/5).

Secara rindi beberapa program yang mendapatkan jatah ABT terutama untuk listrik desa jaringan gas (jargas) serta pembangunan pipa transimisi gas. “Program kita itu kan bikin lisdes, kemudian jargas, pipa transmisi, yang gede-gede itu kan,” tuturnya.

Menurut dia, listrik desa jadi fokus digeber penyelesaiannya karena pemerintah menargetkan seluruh desa sudah teraliri listrik pada 2029.

“Khususnya itu kan (daerah 3T) karena tahun 2029 harus beres, semua rakyat harus teraliri listrik. Tahun 2026 ini, ABT kita tambahannya Rp14 triliun,” ungkap Erani.