JAKARTA – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menyatakan operasional fasilitas Banggai Ammonia Plant (BAP) dihentikan sementara. Fasilitas yang dioperasikan oleh anak usaha ESSA, PT Panca Amara Utama, akan dilakukan pemeliharaan terjadwal selama sekitar lima minggu, mulai 6 Mei 2026.
BAP merupakan salah satu pabrik amonia paling efisien di dunia yang mengadopsi teknologi KBR Reforming Exchanger System & Purifier. ESSA menilai pemeliharaan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga performa fasilitas tetap optimal.
Corporate Secretary ESSA, Shinta DU Siringoringo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memastikan keandalan operasional sekaligus mempertahankan kinerja produksi dalam jangka panjang. “Meskipun kegiatan pemeliharaan tersebut akan berdampak pada penurunan produksi amoniak,” demikian disampaikan Shinta dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (21/4).
Diketahui laba bersih ESSA mengalami penurunan 10,82% secara tahunan menjadi US$ 40,29 juta dari US$ 45,18 juta. Pendapatan perseroan juga turun menjadi US$ 295,01 juta dari US$ 301,40 juta secara tahunan. Namun beban pokok pendapatan perseroan justru naik menjadi US$ 196,15 juta dari US$ 193,36 juta YoY.
Turunnya laba perseroan juga ditekan oleh naiknya beban umum dan administrasi menjadi US$ 27,73 juta dari US$ 25,60 juta YoY. Perseroan juga mencatatkan kerugian lain-lain sebesar US$ 47.54 ribu yang tahun sebelumnya pos tersebut mencatatkan keuntungan sebesar US$ 76,17 ribu.
Sejak tahun 2007, ESSA telah mengoperasikan kilang LPG dan pabrik amonia swasta terbesar di Indonesia. ESSA menggunakan teknologi paling canggih dan efisien di dunia dalam upaya menempatkan Indonesia di garis depan industri LPG dan amonia. LPG dan amonia merupakan komoditas penting untuk mencapai kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.(RA)



Komentar Terbaru