JAKARTA – Kabar gembira datang dari pembangunan pipa gas ruas West Natuna Transportation System (WNTS)-Pulau Pemping, Kepulauan Riau yang mengalirkan gas dari wilayah Natuna kembali ke wilayah Indonesia. Jika tidak ada halangan berarti pekan depan pembangunan ruas pipa tersebut rencana sudah selesai dan mulai dilakukan commisioning.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan proses pembangunan pipa sudah melalui tahap paling krusial. “Pekerjaan paling utama yang sangat critical yaitu operasi Hot Tap Pipa WNTS-Pemping telah selesai dengan aman selamat tanpa kecelakaan sesuai dengan jadwal,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Rabu (17/6).
Saat ini lanjut Djoko sedang persiapan para Penyelam untuk melepas peralatan drill Hot Tap nya, menunggu arus laut tenang dan menjaga stamina para penyelam agar tidak kelelahan.
Tim SKK Migas saat ini secara paralel juga sedang menyiapkan gas yang akan dialirkan melalui ruas pipa terbaru yang kehadirannya sudah dinantikan sejak lama. “Paralel saat ini Tim SKK Migas sedang menyiapkan gas untuk commisioning-nya agar gas dari Natuna untuk Pertama kalinya dapat mengalir ke Nagara Republik Indonesia, sejak Indonesia Merdeka, yang sudah ditunggu tunggu sejak bertahun tahun lamanya,” jelas Djoko.
Proyek ini meliputi pembangunan pipa gas offshore sepanjang 3.2 km dan onshore sepanjang 1.3 km, serta pembangunan fasilitas penerima dan pengukuran gas (Onshore Receiving Facility/ORF) di Pulau Pemping.
PLN EPI mendapatkan penugasan untuk membangun pipa WNTS-Pemping. Penugasan ini diperkuat dengan penetapan alokasi gas dari Wilayah Kerja Duyung untuk kebutuhan listrik, yang ditindaklanjuti melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited (WNEL) pada tanggal 11 Juli 2025 sebesar 111 BBTUD untuk periode 2027-2037 dimana gasnya nanti juga bisa melalui pipa WNTS-Pemping. (RI)



Komentar Terbaru