JAKARTA – Sudah lebih dari satu bulan dua kapal Pertamina masih terjebak di teluk arab dan belum bisa melintas Selat Hormuz oleh Iran sebagai dampak dari serangan Amerika Serikat dan Israel. Selat Hormuz memang jadi salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena jadi pintu masuk dan keluar kapal-kapal yang membawa pasokan kargo minyak dan gas dari negara-negara produsen utama migas di timur tengah ke berbagai belahan dunia.
Kapal-kapal milik Pertamina termasuk dari ratusan kapal yang biasanya melintas di Selat Hormuz setiap hari. Dunia Energi berkesempatan berbincang dengan kapten kapal Pertminas Gas Dahlia yang melintasi Selat Hormuz sebelum perang pecah.
Kapten Marsell Wiliem menceritakan Pertamina Gas Dahlia masuk ke Kuwait dan bersandar di salah satu terminal gas terbesar di dunia yakni Mina Al Mahdi untuk mengisi kargo LPG pada 9 Januari 2026.
Menurut Kapten Marcell jalur Selat Hormuz adalah salah satu jalur pelayaran tersibuk yang dia lalui, karena bisa berpapasan dengan ratusan kapal. Dia menuturkan sebelum perang pecah Selat itu merupakan wilayah perairan yang damai dan memang seyogyanya terbuka bagi siapa saja karena memang disepakati sebagai perairan internasional. Iran juga tidak pernah mempersulit ataupun melakukan penghadangan kapal-kapal yang melintas.
“Memang itu kan perairan internasional jadi siapa saja boleh lewat dan itu terbuka buat semuanya,” cerita Kapten Marcell saat ditemui Dunia Energi di atas kapal Pertamina Gas Dahlia, Jumat (24/4).
Dia cukup prihatin dengan kondisi Selat Hormuz saat ini, karena sebenarnya tidak butuh waktu lama bagi kapal-kapal raksasa yang mengangkut minyak, gas dan logistik lainnya melintasi Hormuz. “Pendek saja itu, lewat Hormuz paling sekitar 3 jam,” kata Kapten Marsell.

Peta Selat Hormuz di layar radar kapal (Foto/Dok/Dunia Energi)
Kapal Pertamina Gas Dahlia merupakan kapal jumbo bertipe Very Large Gas Carrier (VLGC) yang dimiliki oleh Pertamina. Kapal dengan luas setara dua kali lapangan sepak bola ini mengangkut gas LPG dengan kapasitas mencapai 58 ribu ton. Kapal raksasa ini satu dari sedikit kapal Pertamina yang pernah mengitari satu putaran penuh planet bumi. Sejak mulai berlayar tahun 2024 baru kali ini Dahlia kembali pulang kampung ke Indonesia dan berlabuh di Terminal Tanjung Sekong untuk mensuplai LPG di tanah air.
Pertamina Gas Dahlia adalah satu dari sedikit kapal tanker raksasa yang berasal dari Indonesia. Kapal ini mulai berlayar pada tahun 2024 dan langsung memiliki rute internasional. Saat ini Dahlia juga sedang disewa oleh pihak ketiga yang membawa kargo LPG ke berbagai negara.



Komentar Terbaru