JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, dan jajaran pemerintah daerah mulai matangkan pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di Wilayah Kerja atau blok Andaman yang dioperasikan oleh Mubadala Energy. Pertemuan dilangsungkan di kantor SKK Migas pada Rabu malam (10/6).

Djoko Siswanto, Kepala SKK Migas, mengungkapkan persiapan akhir dilakukan sebagai bagian dari pengambilan keputusan investasi final atau Final Investment Decision (FID) proyek gas raksasa tersebut.

Menurut Djoko, Pemerintah Aceh menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan Lapangan Gas Tangkulo yang dinilai memiliki arti strategis, baik bagi perekonomian daerah maupun ketahanan energi nasional.

“Manajemen SKK Migas baru saja menerima kunjungan Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh beserta rombongan dalam rangka persiapan FID Proyek Pengembangan Lapangan Gas Tangkulo di Blok Andaman yang dioperasikan oleh Mubadala Energy,” ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Ia menjelaskan, pada prinsipnya Pemerintah Aceh dan masyarakat setempat menyambut positif rencana pengembangan lapangan gas tersebut. Proyek ini telah lama dinantikan karena diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan kapasitas industri pendukung di daerah.

“Gubernur dan seluruh masyarakat Aceh sangat mendukung proyek besar Lapangan Gas Tangkulo di WK Andaman ini. Proyek ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Aceh dan Indonesia,” kata Djoko.

SKK Migas menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat realisasi proyek strategis hulu migas, khususnya dalam menjaga kelancaran proses perizinan, pengadaan lahan, serta pelaksanaan kegiatan operasional di lapangan.

Lapangan Gas Tangkulo merupakan salah satu temuan besar di kawasan Andaman yang diproyeksikan menjadi sumber pasokan gas baru bagi Indonesia. Bersama sejumlah temuan gas lainnya di cekungan Andaman, proyek ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap target peningkatan produksi gas nasional sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pemain penting dalam industri gas di kawasan Asia Tenggara.

SKK Migas dan Mubadala Energy saat ini terus mematangkan berbagai aspek teknis dan komersial menjelang pengambilan keputusan investasi final agar proyek dapat segera memasuki tahap pengembangan dan produksi.

Lapangan Tangkulo menjadi bagian dari rangkaian temuan besar di Cekungan Andaman yang dalam beberapa tahun terakhir mengubah kawasan tersebut menjadi salah satu wilayah eksplorasi migas paling prospektif di Indonesia. SKK Migas menyebut Lapangan Tangkulo yang akan dikembangkan pada fase pertama memiliki potensi sekitar 1 Triliun Cubic Feet (TCF) gas, sementara total potensi sumber daya di kawasan South Andaman mencapai sekitar 11 TCF.