JAKARTA – Teka-teki kapan tahapan pekerjaan fisik atau grounbreaking proyek gas terbesar di Indonesia proyek Abadi Masela akhirnya mulau terkuak. Berdasarkan informasi yang diperoleh Dunia Energi, paling lambat groundbreaking akan dilangsungkan pada akhir bulan Juni 2026.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan seluruh elemen masyarakat Maluku serta stakeholder termasuk Inpex dan para anggota konsorsiumnya telah sepakat untuk melangsungkan groundbreaking.

“Alhamdulilah peserta rapat sepakat Groundbreaking akan dilaksanakan pada akhir Juni 2026,” kata Djoko kepada Dunia Energi, Kamis (11/6).

Grounbreaking sendiri rencananya akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto serta Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESMD). “Baik Gubernur, Ketua Timdu, Pangdam, Kapolda, melaporkan kesiapan untuk pelaksanaan Groundbreaking dimaksud, karena mendapat dukungan dari seluruh Masyarakat Maluku dan Indonesia yg sdh lama dinanti nantikan untuk dimulainya Proyek Fisik awal Proyek Masela ini,” jelas Djoko.

Target konstruksi awal proyek Masela ini sebenarnya mundur sedikit dari target sebelumnya yakni pda April 2026. Dalam early work tersebut akan dibangun jalan dan lahan parkir untuk menuju ke lokasi pembangunan Onshore LNG plan (OLNG).

Proyek Masela memang telah memasuki fase krusial menjelang keputusan investasi final (FID). Dari sisi studi dan persiapan, berbagai kegiatan survei dan kajian untuk FEED telah diselesaikan, mencakup CCS, respons tsunami, survei G&G onshore dan offshore, hingga pekerjaan infrastruktur awal. Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan (PPKH) terbit Januari 2026, sementara persetujuan AMDAL lanjutan telah diperoleh pada 13 Februari 2026. (RI)