JAKARTA – PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), perusahaan gas industri dan gas membukukan EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah, peningkatan profitabilitas yang signifikan, serta lonjakan laba bersih hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Perseroan meningkat 8,9% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1,54 triliun, didukung oleh permintaan yang tetap kuat dari berbagai sektor strategis, terutama industri dan layanan kesehatan, yang selama ini menjadi pasar utama Perseroan.

Laba kotor tumbuh 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar. Margin laba kotor meningkat 160 basis poin menjadi 47,0%, dibandingkan 45,4% pada Semester I 2025.

Peningkatan ini didorong oleh berbagai perbaikan operasional yang bersifat struktural, antara lain optimalisasi utilisasi pabrik, peningkatan efisiensi konsumsi listrik, serta optimalisasi rantai pasok.

EBITDA meningkat 10,0% YoY menjadi Rp452,5 miliar, sekaligus menjadi EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarah Perseroan, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 29,3% dari 29,0% pada periode yang sama tahun lalu. Di luar pos-pos one-off bersih sebesar Rp2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp449,7 miliar atau tumbuh 13,7% YoY.

Sementara itu, laba bersih melonjak 178% menjadi Rp67,4 miliar dibandingkan Rp24,2 miliar pada Semester I 2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan Rp22,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut ditopang oleh peningkatan margin laba kotor, disiplin dalam pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan bersih seiring menurunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga dari cadangan kas.

“Kinerja semester pertama sangat kuat, mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” ungkap Rachmat Harsono, Direktur Utama sekaligus CEO Samator Indo Gas, dalam keterangannya, Selasa(28/7).

Rachmat mengatakan Perseroan terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya operasional serta memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis.

Ia menambahkan, momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama.

“Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Rachmat.

Pertumbuhan pendapatan Perseroan ditopang oleh peningkatan permintaan yang merata di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.

Profitabilitas operasional juga terus membaik. Pertumbuhan harga pokok penjualan berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga mampu meningkatkan margin laba kotor. Di sisi lain, beban operasional hanya meningkat 8,6% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan operating leverage yang semakin kuat.

Momentum pertumbuhan semakin terlihat menjelang akhir semester pertama, dengan EBITDA bulan Juni meningkat 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memberikan fondasi yang kuat untuk memasuki semester kedua.

Kinerja Perseroan juga didukung oleh kualitas pendapatan yang berkelanjutan melalui hubungan jangka panjang dengan pelanggan, tingkat perpanjangan kontrak mencapai 98–100%, kontrak on-site dan minimum offtake jangka panjang, serta posisi Samator sebagai pemimpin pasar gas medis di Indonesia yang melayani rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.

Perseroan tetap mempertahankan struktur keuangan yang sehat. Rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali dibandingkan 2,6 kali pada Semester I 2025, menunjukkan kemampuan Perseroan yang semakin baik dalam memenuhi kewajiban keuangannya.

Arus kas dari aktivitas operasi meningkat menjadi Rp192,3 miliar dibandingkan Rp138,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya yang efektif, serta penurunan beban pembiayaan.

Memasuki semester kedua tahun 2026, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan profil margin yang semakin kuat.

“Fokus utama Perseroan tetap pada pemenuhan permintaan yang terus meningkat dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik, melanjutkan program operational excellence yang telah mendorong peningkatan profitabilitas, serta melakukan investasi kapasitas secara disiplin sesuai dengan kebutuhan pasar yang didukung kontrak jangka panjang,” kata Rachmat Harsono.(RA)