JAKARTA – PT PLN (Persero) menyiapkan beberapa langkah strategis demi mengurangi ketergantungan akan listrik yang berasal dari batu bara sebagai salah satu upaya dalam meminimalisir kondisi pemadaman listrik bergilir yang terjadi beberapa hari lalu selama beberapa pekan.
Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN menyatakan bahwa PLN menyiapkan penambahan kapasitas pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) sebesar 11,7 gigawatt (GW) secara bertahap hingga 2029. Dia menuturkan salah satu langkah tersebut adalah dengan mempercepat pembangunan Pembangkit ListriK Tenaga Surya (PLTS) dan bisa dimasukkan ke dalam sistem jaringan listrik PLN.
Darmawan mengatakan percepatan pengembangan PLTS dilakukan setelah sistem kelistrikan diperkuat melalui peningkatan pasokan batu bara berkalori 4.500 untuk pembangkit PLN maupun Independent Power Producer (IPP).
“100 GW PLTS ini program berjalan dengan cepat dimana di sini bukan hanya PLTS tetapi juga PLTS menggunakan battery energy storage system (BESS) apabila PLTS langsung disambung ke transmisi atau jaringannya milik PT PLN,” kata Darmawan dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7).
Dia mengakui memang ada keterbatasan daya yang bisa diserap oleh sistem transmisi dari listikan yang dimiliki PLN tetapi begitu kita menggunakan BESS dengan kapasitas yang cukup besar maka di tahun 2027 ini akan ada penambahan kapasitas sekitar 4,6 GW on top dari existing capacity.
Untuk bisa mewujudkan program tersebut salah satu poin krusial adalah ketersediaan lahan.Tetapi khusus untuk program 100 GW PLTS ini yang menjadi bagian penugasan dari pemerintah selain akan memanfaatkan waduk, pemerintah juga sudah menjamin ketersediaan lahan. Berdasarkan kesepakatan antara Kementerian ATR-BPN dan Kementerian ESDM sudah ada tersedia lahan seluas 28 ribu hektare (ha) yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan PLTS.
“Kemudian kami overlay dengan peta jaringan transmisi dan gaduh induk yang kita miliki dan dari 28.000 itu sekitar 8.500 hektare atau 8,5 GW itu tanahnya lahan yang sudah diusulkan dari kementerian ATR BPN, ini kemungkinan bisa segera digunakan untuk program ini,” ungkap Darmawan.
PLN memastikan PLTS yang dibangun di lahan tersebut bisa masuk ke jaringan PLN karena akan dilengkapi dengan BESS. Selain di pulau Jawa, PLN juga akan menggenjot pembangunan PLTS di Pulau Madura dan Bali yang masih menggunakan BBM untuk pembangkit listriknya. “Sehingga dalam hal ini ini di tahun 2027 akan penambahan 4,6 GW. Di tahun 2028 ada penambahan 4,4 GW. Kemudian di 2029 ini ada percepatan pembangkit besar di mana ini bagian dari RUPTL yang kami percepat lelang sehingga pembangunan juga dipercepat ada 2,7 GW,” jelas Darmawan. (RI)


Komentar Terbaru