SERINGKALI saya mendatangi fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas tidak dalam keadaan waktu yang ideal untuk pemotretan, seringkali pada jam dimana kondisi matahari persis di atas kepala kita

Tentu kondisi seperti ini akan menghasilkan foto-foto yang datar pencahayaannya, flat, dan shadow yang keras, tetapi saya harus tetap memotret karena bila tidak, kesempatan untuk masuk ke lokasi ini memang cukup terbatas.

Bukan hanya waktu, kondisi tempat yang seringkali jauh ke pedalaman, bahkan di lepas pantai, juga akses ke lokasi area ini memang terbatas. Dan matahari sebagai sumber cahaya alami menjadi tantangan tersendiri untuk memilih teknis pendekatan fotografi kita.

 

Tetapi sebagai pewarta foto, kita harus bisa mensiasati dan tetap mengoptimalkan dan jeli melihat subjek foto dalam kondisi apa pun, baik saat matahari 90 derajat, atau disaat terbit atau terbenam, karena tetap dituntut untuk menghasilkan foto berkualitas dan layak siar, dan perlu diketahui juga di lokasi migas kita dilarang untuk menggunakan lampu kilat atau blitz.

Beberapa foto ini saya hasilkan dari beberapa lokasi fasilitas migas dari beberapa tempat dalam keadaan waktu yang berbeda.

(Foto-Foto/Dunia-Energi/Tatan Agus RST)

Ada saat terik mentari, juga ketika beranjak sang surya tenggelam, serta saat matahari menjelang dan ketika terbit.

Jadi kuncinya jeli melihat sudut pengambilan, tepat membaca arah datangnya sinar, serta teknis fotografi yang diambil, dan bila ini dilakukan, kita bisa mengahsilkan foto-foto yang artistik dan menarik dalam keadaan pun. Selamat mencoba. (Tatan Agus RST)