AMBON – Jalur laut lagi-lagi jadi andalan dalam distribusi BBM di kawasan timur Indonesia. Salah infrastruktur penunjang utama adalah Terminal BBM Wayame, Ambon, yang memiliki posisi strategis sebagai hub distribusi energi di wilayah Maluku.
Sebagai Subholding Downstream Pertamina, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan sistem distribusi energi berbasis laut guna menjawab tantangan geografis wilayah kepulauan. Dukungan armada tanker yang beroperasi secara terintegrasi memastikan pasokan BBM dapat tersalurkan secara tepat waktu dan berkelanjutan.
Roberth M. V. Dumatubun, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, mengungkapkan bahwa jalur laut memiliki peran strategis dalam memastikan pemerataan energi nasional.
“Distribusi energi melalui jalur laut menjadi backbone dalam menjangkau wilayah kepulauan. Kami memastikan kesiapan operasional dan armada agar pasokan energi tetap merata, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujar Roberet, Sabtu (25/4).
Distribusi energi ke Terminal BBM Wayame didukung oleh armada yang beroperasi secara berkelanjutan melalui jalur laut, dengan jenis kapal Medium Range (MR) Tanker dan General Purpose Tanker.
Armada yang terlibat antara lain PIS Cepu, Matindok, Merauke, Krasak, Klawotong, dan Katomas, dengan kapasitas berkisar antara 17.500 DWT hingga 50.000 DWT, sehingga mampu mengangkut BBM dalam jumlah besar sekaligus menjangkau pelabuhan dengan keterbatasan tertentu.
Dengan posisi strategis Ambon sebagai simpul distribusi energi di kawasan timur, optimalisasi jalur laut menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan energi nasional. “Ini sekaligus memastikan akses energi yang adil dan merata hingga ke wilayah kepulauan dan daerah 3T, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan perlindungan lingkungan,” ungkap Robert.



Komentar Terbaru