JAKARTA – Pemerintah menjanjikan akan ada kelanjutan rencana penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG setelah menyelesaikan serangkaian uji coba untuk memastikan keamanan penggunaan CNG.

Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan paling lambat tiga bulan dari sekarang sudah ada hasil dari uji coba yang sedang dilakukan.

Dia bahkan sudah sesumbar harga CNG nantinya akan lebih murah sekitar 30% daripada LPG. Pasalnya, sumber energi dan industri CNG berasal dari dalam negeri, sehingga dari biaya transportasi dapat lebih murah daripada LPG yang didapat dari impor.

“Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya ada di kita, dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan import. Cost transportasinya aja sudah bisa meng-cover. Dan yang kedua, dia itu berada di hampir semua wilayah yang ada sumber-sumber gasnya. Jadi itu jauh lebih efisien,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (5/5).

Pemanfaatan CNG untuk masyarakat diproyeksikan dapat menghemat devisa negara hingga Rp130 triliun dan akan mengurangi jumlah subsidi energi. Sementara, untuk penggunaan tabung CNG di masyarakat, saat ini sedang dilakukan uji coba karena tekanan CNG yang besar, mencapai 250 bar, sehingga diperlukan modifikasi dari tabung LPG 3 kilogram yang saat ini digunakan masyarakat.