JAKARTA – Industri migas nasional semakin dilirik oleh dunia perbankan dalam negeri. Setelah sebelumnya Bank Mandiri menandatangani kerja sama pembiayaan transaksi pembelian minyak dari sumur masyarakat, kini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut menyiapkan fasilitas pembiayaan bagi mitra PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui skema Supply Chain Financing (SCF).

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan semakin banyaknya bank nasional yang terlibat dalam pembiayaan ekosistem sumur masyarakat tentu akan memberikan dampak positif bagi upaya peningkatan produksi minyak nasional.

“Kini BNI-46 juga berlomba dengan Bank Mandiri untuk membiayai transaksi minyak dari sumur masyarakat. Insya Allah berikutnya BRI juga akan ikut, sehingga geliat kenaikan produksi minyak dari sumur masyarakat akan terus bertambah,” ujar Djoko dalam keteragannya kepada Dunia Energi, Selasa (4/8).

Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterbitkan kepada mitra korporat PT Pertamina Hulu Energi yang diterima Dunia Energi, BNI nantinya menyediakan fasilitas Supply Chain Financing (SCF) yang dapat dimanfaatkan oleh BUMD, koperasi maupun UMKM pengelola sumur minyak masyarakat yang menjual minyak mentah kepada PHE.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa fasilitas yang disiapkan berupa Supplier Post Financing, yakni pembiayaan modal kerja berdasarkan transaksi usaha yang telah dilakukan mitra dengan PHE. Skema tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional pelaku usaha, memperkuat rantai pasok, sekaligus membangun ekosistem Financial Supply Chain yang terintegrasi antara PHE dan para mitranya.

Selain menyediakan fasilitas pembiayaan, BNI juga mengharapkan dukungan PHE dalam menyampaikan informasi kepada para mitra terkait ketersediaan fasilitas tersebut, termasuk pemberian konfirmasi, validasi transaksi, dan dokumen pendukung yang diperlukan dalam proses evaluasi pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masuknya BNI menyusul Bank Mandiri menunjukkan meningkatnya kepercayaan sektor perbankan terhadap program pengelolaan sumur minyak masyarakat. Dukungan pembiayaan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kelancaran arus kas pelaku usaha, mempercepat transaksi penjualan minyak, serta meningkatkan produktivitas sumur masyarakat yang selama ini menjadi salah satu kontributor tambahan produksi minyak nasional.