JAKARTA – Basis pelanggan yang terus terjaga dan meluas menjadi fondasi utama kinerja solid PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) pada Triwulan I 2026. Hingga akhir Maret, PGN melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Besarnya jumlah pelanggan tersebut ditopang oleh keandalan infrastruktur yang tetap terjaga di level 99,9%, memastikan distribusi gas bumi berjalan stabil di tengah dinamika pasokan dan kondisi global. Stabilitas layanan ini menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus menopang kinerja operasional dan keuangan Perseroan.

Dari sisi kinerja, PGN membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 90,4 juta atau tumbuh sekitar 46% secara tahunan (YoY). Pendapatan tercatat sebesar US$ 929,6 juta dengan EBITDA mencapai US$ 240,6 juta.

Volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, sementara volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Seluruh penyaluran tersebut difokuskan untuk menjaga kontinuitas pasokan kepada ratusan ribu pelanggan PGN di berbagai segmen.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menyampaikan bahwa model bisnis PGN yang berbasis pada ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja Perseroan.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ujar Catur.

Dalam menjaga layanan ke pelanggan, PGN juga mengoptimalkan fleksibilitas pasokan melalui pemanfaatan LNG. Volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun, serta 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat.

Di tengah fluktuasi nilai tukar dan harga energi global, PGN tetap menjaga disiplin keuangan. Beban keuangan berhasil ditekan menjadi US$ 13,7 juta, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75x dan debt to equity ratio sebesar 29%.

Selain itu, arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta turut mencerminkan kemampuan Perseroan dalam menjaga ketahanan bisnis sekaligus mendukung ekspansi layanan kepada pelanggan ke depan.

“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” tambah Catur.

Ke depan, PGN akan terus memperluas jumlah pelanggan melalui pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) serta memperkuat layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses energi bersih sekaligus memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi menuju target Net Zero Emission.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” kata Catur. (RI)