JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membuka peluang untuk membawa anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). IPO menjadi salah satu opsi pendanaan untuk melanjutkan eksplorasi tambang emas GMR.
Direktur DEWA, Ricardo Silaen, CFA, mengatakan pengembangan GMR membutuhkan biaya besar. Karena itu perseroan memandang IPO sebagai alternatif pendanaan yang menarik.
“Berdasarkan hasil temuan eksplorasi tersebut, kami melakukan penilaian KJPP yang menunjukkan nilai Rp 7 triliun untuk valuasi gross-nya,” ujar Ricardo (30/7).
Saat ini DEWA telah merampungkan tahap satu eksplorasi di wilayah Tengkereng Atas. Perseroan kini memasuki tahap kedua atau field exploration yang bertujuan memperkuat konfirmasi cadangan emas di titik tersebut.
DEWA juga tengah mempersiapkan ekspansi titik eksplorasi ke Tengkereng Tenggara untuk mencari potensi cadangan emas lebih besar pada tahap ketiga eksplorasi.
Menurut Ricardo, valuasi Rp7 triliun tersebut masih bisa berubah. Valuasi GMR berpotensi meningkat apabila hasil eksplorasi membuktikan adanya penambahan cadangan.
Saat ini DEWA masih menguasai 99,75% saham GMR. Namun perseroan juga terbuka untuk menggandeng pihak lain guna membantu mengembangkan GMR, dengan catatan DEWA tetap menjadi pemegang saham pengendali.(RA)


Komentar Terbaru