INDRAMAYU – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengapresiasi kesiapan PT Pertamina (Persero) dalam menghadapi periode Ramadan dan Idufitri 2026. Hal itu terungkap dalam kunjungan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) ESDM, Laode Sulaeman, saat melakukan kunjungan ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Subholding Downstream Refinery Unit (RU) VI atau kilang Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis, (12/3).
Kilang Balongan sendiri saat ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 150 ribu barel per hari. Sebagian besar atau lebih dari 80% produk BBM yang dihasilkan dikirim ke wilayah Jawa Bagian Barat hingga Banten. Selain kilang Balongan memiliki fasilitas khusus yang bisa memproduksi LPG dari minyak berat.
Laode menjelaskan, Pertamina juga telah mengaktifkan kembali Satuan Tugas (Satgas) Ramadan & Idulfitri guna mendukung ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM & LPG, sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pertamina juga melakukan penyediaan sejumlah layanan, seperti motoris, serta fasilitas pendukung lainnya. “Bahwa kondisi sampai dengan pemenuhan kebutuhan baik untuk BBM, LPG dan minyak mentah, semuanya dapat tersedia dengan baik. Masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini,” kata Laode.
Sementara itu, Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, memastikan bahwa pasokan energi baik BBM maupun LPG berada dalam kondisi aman. Pertamina juga berupaya memastikan sarana prasarana pendukung pelaksanaan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 tersedia dengan baik.
“Selama periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, kami juga menyiapkan berbagai layanan tambahan. Kami ingin menunjukkan bahwa Pertamina hadir dengan pelayanan yang lebih ramah dan lebih hangat kepada masyarakat. Di SPBU juga akan tersedia berbagai fasilitas tambahan, termasuk beberapa layanan gratis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan,” jelas Ega.
Selain mengaktifkan kembali Tim Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, masih menurut Ega, Pertamina juga melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, guna mendukung pelaksanaan Satgas berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali.
“Pertamina juga telah membentuk Satuan Tugas yang siaga selama periode Ramadan dan Idulfitri, baik di wilayah operasional maupun di kilang. Setiap provinsi memiliki posko dan nomor kontak yang dapat dihubungi masyarakat apabila terjadi kendala terkait distribusi energi,” pungkas Mars Ega.
Refinery Unit VI Balongan merupakan kilang Pertamina dengan kompleksitas tertinggi yang ditujukan oleh Nelson Compexity Index sekitar 11,9. Sehingga, kilang Balongan mampu memproduksi produk bahan bakar minyak dan juga petrokimia ini menjadikan kilang Balongan selain sebagai kilang paling muda juga menjadi salah satu yang paling canggih di Indonesia.



Komentar Terbaru