JAKARTA – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan laba bersih sebesar US$190,94 juta pada tahun 2025, turun 48,96% dari sebelumnya yaitu US$ 374,12 juta. Penurunan dipicu merosotnya pendapatan perseroan pada tahun 2025 menjadi US$1,88 miliar pada 2025, dari sebelumnya US$ 2,30 miliar.
“Penurunan dipicu melemahnya harga jual rata-rata (ASP) batu bara sebesar 20% dari sekitar Rp1,60 juta per ton menjadi sekitar Rp1,27 juta per ton,” demikian disampaikan manajemen ITMG dalam keterangan tertulis ,Jumat (27/2).
Laba kotor Perseroan terpangkas 30,90% menjadi US$482,83 juta dari periode 2024 sebesar US$698,81 juta. Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan terpangkas 41,95% menjadi US$287,21 juta pada 2025 dari 2024 sebesar US$494,82 juta. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 48,96% dari US$374,11 juta menjadi US$190,94 juta pada 2025.
Perseroan mencatat laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi turun menjadi 0,17 pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya 0,33.
Meski demikian, volume penjualan naik menjadi 24,7 juta ton dari 24,0 juta ton, seiring kenaikan produksi 5% secara tahunan. ITMG mencatatkan volume penjualan batu bara yang lebih tinggi menjadi sebesar 24,7 juta ton pada FY25 dibandingkan dengan 24,0 juta ton pada FY24. ITMG mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebesar 5% secara tahunan.
Beban pokok pendapatan turun dari Rp26,82 triliun pada 2024 menjadi Rp23,35 triliun pada 2025.
Melalui RUPSLB 3 November 2025, perseroan menyetujui program pembelian kembali saham maksimal 113 juta lembar (10% dari saham beredar) dengan alokasi dana hingga Rp2,5 triliun. Hingga akhir 2025, sebanyak 6 juta lembar saham atau 0,5% telah dibeli kembali.(RA)


Komentar Terbaru