JAKARTA – PT Harum Energy Tbk (HRUM) mengubah strategi investasi pada 2026. Emiten batu bara dan nikel itu mengerem belanja modal atau capital expenditure (capex) menjadi US$310 juta, seiring rampungnya kebutuhan investasi besar pada periode sebelumnya.

Langkah ini menandai pergeseran fase ekspansi agresif ke fase penyelesaian proyek. Manajemen HRUM menegaskan, porsi terbesar capex 2026 bukan untuk proyek baru, melainkan menuntaskan pekerjaan rumah yang sudah berjalan.

“Perusahaan belum memiliki rencana investasi besar tambahan setelah proyek-proyek yang sedang berjalan saat ini selesai,” tulis manajemen HRUM dalam laporan hasil public expose.

Dari total anggaran US$310 juta, sebanyak 56 persen dialokasikan untuk aset tetap dalam penyelesaian.Sebanyak 7 persen untuk bangunan dan prasarana, 5 persen untuk properti pertambangan, dan 1 persen untuk aset tetap lain.

Dominasi nikel makin terlihat dari realisasi capex kuartal I-2026. Dari total US$139 juta yang sudah dibelanjakan atau 44,8 persen dari anggaran tahun ini, sebanyak US$137 juta digelontorkan untuk pengembangan bisnis nikel. Sisanya untuk pertambangan, logistik, dan operasional lain.

Manajemen HRUM menilai risiko kenaikan biaya investasi sudah minim. Alasannya, belanja jumbo sudah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya saat harga material dan kontraktor masih dikunci.

Dengan begitu, fluktuasi harga komoditas maupun material konstruksi ke depan dinilai tidak akan signifikan menggerus rencana keuangan. Strategi ini membuat HRUM lebih defensif di tengah ketidakpastian harga nikel dan batu bara global.(RA)