JAKARTA — Pemboran Sumur Sungai Anggur-3 Sidetrack yang dilakukan PT Sele Raya Belida (SRB) berhasil menemukan aliran minyak dan gas dari lapisan objektif Sand-58. Keberhasilan tersebut menjadi tambahan optimisme bagi pengembangan Lapangan Sungai Anggur.

Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengatakan, pemboran awal Sumur Sungai Anggur-3 dimulai pada 7 Mei 2026 dan mencapai total depth (TD) 6.380 feet measured depth (ftMD) pada 8 Juni 2026. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan dinamika bawah permukaan yang menyebabkan target reservoir Sand-58 berada down dip dari prognosis akibat anomali velocity data seismik.

“Target reservoir Sand-58 teridentifikasi berada down dip dari prognosis akibat anomali velocity data seismik. PT SRB mengambil langkah strategis dengan mengusulkan pemboran sidetrack,” ujar Djoko dalam keterangan yang diterima Dunia Energi, Kamis malam (6/8).

Selanjutnya pada 13 Juni 2026, melalui sinergi dengan Tim Teknis SKK Migas, diputuskan untuk melakukan pemboran sidetrack ke arah timur laut (Northeast) dengan target TD pada kedalaman 6.440 ftMD. Langkah tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan ketebalan dan kualitas reservoir TAF Sand-58.

Djoko mengatakan, proses pembuatan lubang sidetrack menghadapi sejumlah tantangan operasional. “Setelah mengalami beberapa tantangan operasional dalam pembuatan lubang sidetrack yang tidak mudah, Sumur Sungai Anggur-3 Sidetrack berhasil mencapai TD pada 19 Juli 2026,” katanya.

Setelah mencapai TD, data subsurface langsung dievaluasi. Hasil evaluasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk pengujian produksi pada lapisan Sand-58.

“Data subsurface segera dievaluasi dan pada 23 Juli 2026, usulan perforasi test produksi Sand-58 dari Tim Teknis PT SRB kembali mendapat lampu hijau dari Tim Teknis SKK Migas,” ujar Djoko.

Dia menambahkan, setelah seluruh aspek teknis dan keselamatan dipastikan, proses perforasi berhasil dilakukan. Sumur tersebut kemudian menunjukkan aliran minyak dan gas dari lapisan objektif Sand-58.

“Alhamdulillah, setelah memastikan seluruh aspek teknis dan keselamatan, perforasi sukses dilaksanakan. Sumur telah mengalir minyak dan gas dari lapisan objektif Sand-58. Saat ini sumur dalam tahap clean up menuju produksi optimal,” ungkapnya.

Total biaya pemboran Sumur Sungai Anggur-3, termasuk pemboran vertikal dan sidetrack, tercatat sebesar US$6,529 juta. Nilai tersebut sekitar 103,81% dari Authority for Expenditure (AFE) awal pemboran sumur secara vertikal sebesar US$6,289 juta.

“Sampai dengan saat ini, total biaya pemboran sumur, termasuk biaya pemboran vertikal dan sidetrack, sebesar US$6,529,256, sekitar 103,81% dari AFE awal pemboran sumur dengan vertikal sebesar US$6,289,879,” ungkap Djoko.

Menurut dia keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi ketidakpastian geologi, sekaligus memperlihatkan sinergi antara SKK Migas dan kontraktor dalam menjalankan operasi pemboran yang kompleks.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari keberanian mengambil keputusan dalam menghadapi ketidakpastian geologi, sinergi solid antara PT SRB dan SKK Migas, kompetensi tim dalam mengeksekusi operasi pemboran kompleks termasuk sidetrack, serta komitmen untuk terus menambah cadangan dan produksi migas nasional,” tuturnya.

Djoko menilai keberhasilan Sumur Sungai Anggur-3 Sidetrack menjadi momentum positif bagi pengembangan Lapangan Sungai Anggur.

“Keberhasilan Sungai Anggur-3 Sidetrack ini menjadi angin segar dan optimisme baru bagi pengembangan Lapangan Sungai Anggur ke depan,” pungkas Djoko. (RI)