JAKARTA – PT Timah Tbk (TINS) menetapkan pembagian dividen sebesar Rp 656,8 miliar kepada pemegang saham. Nilai tersebut setara 50 persen dari laba bersih Perseroan pada tahun buku 2025 yang mencapai Rp 1,31 triliun.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah capaian kinerja yang positif sepanjang tahun lalu.

Selain untuk dividen, sebesar 50 persen laba bersih dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperkuat struktur permodalan dan keuangan perusahaan.

RUSPT PT Timah juga menetapkan perubahan susunan pengurus perusahaan dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kinerja, dan menjawab tantangan industri pertambangan yang semakin dinamis.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara yang telah menyelesaikan masa tugasnya dan mendapatkan penugasan baru. Bersamaan dengan itu, pemegang saham juga menetapkan susunan pengurus baru Perseroan.

Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, menyampaikan jajaran pengurus yang baru akan terus berupaya memperkuat langkah perusahaan dalam menjalankan berbagai strategi bisnis ke depan.

“Susunan pengurus saat ini akan terus berkomitmen untuk terus memperkuat langkah perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro.

Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, PT Timah menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang baik, memperkuat kinerja bisnis, serta memberikan kontribusi bagi negara, masyarakat, dan lingkungan.

Adapun posisi wakil direktur utama dihilangkan dan diubah menjadi Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha. Kemudian ada penambahan nama jabatan pada posisi Direktur SDM menjadi Direktur SDM dan Transformasi Korporasi.

Sepanjang 2025, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun, meningkat 6,41 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,86 triliun. Perseroan juga mencatat laba usaha sebesar Rp 1,91 triliun dan EBITDA sebesar Rp 2,76 triliun.

Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menuturkan, dari sisi operasional, perusahaan menghasilkan produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn. Sementara itu, produksi logam timah mencapai 17.815 metrik ton dan volume penjualan logam timah tercatat sebesar 16.634 metrik ton.

Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Timah Tbk usai RUPST:

Direksi
Direktur Utama: Restu Widiyantoro
Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha: Harry Budi Sidharta
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani
Direktur Operasi: Handy Geniardi
Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra
Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Ratih Mayasari

Komisaris
Komisaris Utama (Independen): Agus Rohman
Komisaris (Independen): Yuslih Ihza Mahendra
Komisaris: Rizani Usman
Komisaris (Independen): M. Hita Tunggal
Komisaris: Eniya Listiani Dewi