JAKARTA – Pemerintah Indonesia dan Filipina membentuk koridor industri terintegrasi dengan menandatangani kerja sama strategis untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis global, khususnya nikel.
Penandatanganan dilakukan dalam forum Indonesia-Philippines High Level Business Roundtable, di sela rangkaian pertemuan KTT ASEAN ke-48 dan KTT Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN (AECC) ke-27 di Cebu, Filipina.
Kerja sama ini didorong oleh posisi strategis kedua negara dalam industri nikel global. Berdasarkan data terbaru, Indonesia dan Filipina menguasai sekitar 73,6 persen produksi nikel dunia pada 2025, dengan kontribusi Indonesia mencapai 66,7 persen dan Filipina sekitar 6,9 persen.
“Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama biasa. Ini adalah fondasi bagi Indonesia-Philippines Nickel Corridor, sebuah platform terstruktur yang menghubungkan kekuatan hilirisasi dan smelter Indonesia dengan pasokan bijih nikel hulu dari Filipina,” ujar Airlangga dalam keterangan resmi, Jumat (8/5).
Dari sisi cadangan, Indonesia memiliki sekitar 44,5 persen cadangan nikel global atau setara 62 juta ton, sementara Filipina memiliki sekitar 3,4 persen atau 4,8 juta ton.
Airlangga menilai sinergi ini akan memperkuat posisi kedua negara dalam rantai pasok global, sekaligus meningkatkan nilai tambah industri nikel di kawasan.
Melalui kerja sama ini, Filipina diharapkan tidak lagi hanya menjadi eksportir bijih mentah, melainkan masuk ke rantai nilai industri yang lebih tinggi.
“Filipina akan terintegrasi ke dalam rantai nilai regional yang lebih tinggi, sementara Indonesia mendapatkan jaminan keamanan pasokan untuk industri hulu baterai dan baja tahan karat,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan nikel menjadi komoditas penting dalam transisi energi, terutama untuk pengembangan baterai kendaraan listrik dan penyimpanan energi berbasis panel surya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai pusat hilirisasi mineral kritis, termasuk pembangunan smelter dan industri baterai yang terintegrasi.(RA)



Komentar Terbaru