JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berhasil membukukan peningkatan kinerja pada kuartal I 2020 dengan meraih laba bersih sebesar US$689.870, meningkat 156,94% dibanding US$268.491 pada kuartal I 2019.

Darma Henwa juga mencatat lonjakan laba usaha sebesar 692,02% dari US$839.704 menjadi US$6,65 juta. Laba usaha ini disebabkan karena laba kotor yang positif dan kontribusi dari laba selisih kurs.

“Pertumbuhan kinerja keuangan ditopang¬† pendapatan yang tumbuh 23,99% dari US$66,11 juta menjadi US$ 81,98 juta. Mayoritas pendapatan diperoleh dari proyek-proyek jasa pertambangan batu bara,” ungkap Mukson Arif Rosyidi, Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, Rabu(17/6).

Mukson mengatakan, proyek tambang batu bara Bengalon di Kalimantan Timur milik PT Kaltim Prima Coal berkontribusi US$ 59,69 juta terhadap seluruh pendapatan Darma Henwa. Sementara, proyek tambang Asam Asam di Kalimantan Selatan milik PT Arutmin Indonesia berkontribusi US$18,39 juta dan proyek tambang Satui di Kalimantan Selatan milik PT Cakrawala Langit Sejahtera menyumbang US$3,35 juta.

Selain itu, pendapatan Darma Henwa juga disumbangkan dari jasa pertambangan non-batu bara. Meskipun kontribusi pendapatan dari jasa ini belum berporsi signifikan, strategi perseroan dalam pengembangan bisnis ke jasa pertambangan non-batu bara sudah berjalan dengan baik. Proyek
jasa pertambangan non-batu bara yang berkontribusi terhadap pendapatan Darma Henwa, yaitu proyek jasa pengawasan pengerjaan konstruksi smelter milik PT Citra Palu Minerals, proyek pembuatan akses jalan, penambangan boxcut, dan uji industrial pengolahan mineral emas di tambang milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Mukson menambahkan, sepanjang kuartal I 2020 Darma Henwa juga memperoleh proyek baru pada pertambangan lead-zinc di Dairi, Sumatera Utara, milik PT Dairi Prima Mineral (DPM). Proyek ini memiliki lingkup pekerjaan yakni earthworks, sipil/konstruksi, serta instalasi mekanikal dan elektrikal senilai US$ 23,5 juta. Darma Henwa juga mendapat tambahan pekerjaan berupa pembangunan retaining wall serta jalan tambang dan site leveling di tambang milik Dairi Prima tersebut.

Pada Januari – Maret 2020, Darma Henwa menyerap belanja modal US$ 20,22 juta, atau melonjak 414,22% dibandingkan US$3,93 juta pada periode yang sama 2019. Belanja modal sebagian besar digunakan untuk penambahan serta perbaikan mesin dan peralatan untuk mendukung operasional tambang.

Dari sisi produksi, Darma Henwa mencatatkan pertumbuhan produksi batu bara di kuartal I 2020. Pengupasan tanah (overburden removal) mengalami kenaikan 27,78% menjadi 31,84 juta juta bcm dibandingkan 24,92 juta bcm di kuartal pertama 2019. Lalu coal delivery tumbuh 19,43% dari 3,54 juta ton ke posisi 4,23 juta ton.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di masa Pandemi Covid-19 ini, kami terus berupaya untuk menjaga dan meningkatkan kinerja operasional, baik di jasa pertambangan batu bara maupun non-batubara,” tandas Mukson.(RA)