JAKARTA – Upaya peningkatan produksi minyak nasional kembali menunjukkan hasil positif. Satu sumur minyak yang dikelola pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) PT Mataram Conection di Desa Gundih, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berhasil meningkatkan produksi hingga tiga kali lipat setelah menerapkan sistem pompa listrik hasil inovasi sendiri.
Djoko Siswanto, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) mengungkapkan sumur dengan kedalaman sekitar 130 meter tersebut kini mampu memproduksi minyak hingga 94 barel per hari (BOPD), meningkat signifikan dibandingkan saat masih dioperasikan secara manual.
“Alhamdulillah, terdapat satu sumur yang dikelola UMKM PT Mataram Conection di Desa Gundih, Blora, Jawa Tengah, bisa berproduksi sebesar 94 BOPD. Kedalaman sumur 130 meter. Kendala saat ini adalah angkutan truknya,” kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Jumat (3/7).
Menurut Djoko, sebelumnya sumur tersebut hanya diproduksikan secara manual selama sekitar delapan jam pada siang hari dengan pertimbangan aspek keselamatan kerja. Namun, setelah menggunakan pompa listrik yang dirancang secara mandiri oleh pengelola, operasi sumur kini dapat berlangsung selama 24 jam penuh.
“Sebelumnya sumur tersebut diproduksi manual delapan jam sehari pada siang hari dengan alasan safety. Saat ini dengan menggunakan pompa listrik buatan sendiri dapat berproduksi 24 jam sehingga produksi naik tiga kali lipat, mencapai 94 BOPD,” ujarnya.
Meski produksi telah meningkat signifikan, Djoko menyebut tantangan berikutnya adalah keterbatasan armada pengangkut minyak. Ketersediaan truk tangki dinilai menjadi faktor penting agar produksi harian dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
“Mohon doa, insya Allah UMKM tersebut segera dapat truk tangki yang memadai sehingga produksi hariannya bisa sustain di kisaran 90-an BOPD,” tuturnya.
Menurut SKK Migas keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dan pemberdayaan pelaku usaha lokal mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi minyak nasional. SKK Migas berharap model pengelolaan sumur oleh UMKM dengan dukungan teknologi sederhana dan tetap utamakan keselamatan serta efektif dapat menjadi contoh bagi pengembangan sumur-sumur tua di berbagai daerah.
Pemerintah bersama SKK Migas dan Pertamina terus mempercepat penataan sumur minyak masyarakat melalui implementasi Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Regulasi tersebut memberikan kepastian hukum bagi koperasi, BUMD, dan UMKM untuk mengelola sumur masyarakat melalui kerja sama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), sehingga kegiatan produksi dapat dilakukan secara legal, aman, dan memenuhi aspek keselamatan serta lingkungan.

Komentar Terbaru