JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE memastikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong tetap aman dan stabil pascagempa bumi bermagnitudo 7,3 yang mengguncang wilayah Manado-Bitung pada Kamis (2/4).
Perusahaan menyatakan telah menjalankan prosedur tanggap darurat segera setelah gempa terjadi, termasuk melakukan monitoring menyeluruh terhadap kondisi operasional, aset, keselamatan pekerja, serta lingkungan di sekitar wilayah kerja.
Novi Purwono, General Manager PGE Area Lahendong, menegaskan bahwa seluruh fasilitas telah melalui pengecekan menyeluruh dan berada dalam kondisi aman.
“Dari sisi operasional, seluruh unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong (Unit 1-6) tetap beroperasi secara stabil. Selain itu, dari aspek lingkungan, tidak terdapat indikasi gangguan maupun dampak signifikan akibat kejadian gempa. Seluruh sistem pengamanan lingkungan dan operasional tetap berjalan sesuai standar yang berlaku,” kata Novi dalam keterangannya, Jumat (3/4).
Dari sisi keselamatan, PGE memastikan seluruh pekerja di Area Lahendong dalam kondisi aman. Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan setempat serta memantau kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan, PGE menjaga keandalan pasokan uap dan listrik untuk wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
“PGE Area Lahendong akan terus melakukan pemantauan secara intensif, memastikan keandalan operasi, serta menjaga keselamatan seluruh pekerja, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan respons yang cepat dan tepat terhadap kondisi pasca gempa ini,” ujar Novi.
Sebagai salah satu tulang punggung pasokan listrik berbasis energi bersih di kawasan tersebut, PLTP Lahendong saat ini memiliki kapasitas 120 megawatt (MW), yang berkontribusi sekitar 30 persen terhadap kebutuhan listrik masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Hingga akhir Desember 2025, pembangkit ini telah menghasilkan sekitar 849 gigawatt-hour (GWh) listrik.
PGE merupakan bagian dari subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor panas bumi, dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW di berbagai wilayah kerja di Indonesia. (RI)



Komentar Terbaru