JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), bersama para pemangku kepentingan utama sektor energi bersih, secara resmi meluncurkan penyelenggaraan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-12, forum ini akan berlangsung pada 2-4 Agustus 2026 di Jiexpo Kemayoran.
Mengusung tema “Turning Ambition into Action: Accelerating Clean Energy Transition in Indonesia and ASEAN,” The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat implementasi transisi energi bersih melalui kolaborasi regional, inovasi teknologi, dan penguatan investasi hijau.
Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks—mulai dari fluktuasi harga energi, ketidakpastian rantai pasok energi global, hingga meningkatnya tekanan perubahan iklim—pengembangan energi baru terbarukan dan konservasi energi menjadi agenda strategis yang harus didorong. Transisi menuju sistem energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan merupakan bagian penting dari strategi ketahanan energi dan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Indonesia bersama negara-negara di kawasan ASEAN memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum ini melalui penguatan kerja sama regional, percepatan investasi energi bersih, serta pengembangan teknologi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, menegaskan bahwa percepatan pengembangan energi bersih merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi pembangunan jangka panjang nasional.
“Indonesia memiliki ambisi besar dalam pengembangan energi terbarukan. Namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana mengubah ambisi tersebut menjadi aksi nyata melalui kolaborasi global, investasi hijau, dan inovasi teknologi. IndoEBTKE ConEx 2026 menjadi platform strategis untuk mempertemukan para pemangku kepentingan dalam mempercepat implementasi transisi energi bersih di Indonesia dan ASEAN,” ungkap Eniya dalam peluncuran IndoEBTKE ConEx 2026, Jumat (13/3).
Sebagai salah satu forum energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara, The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 dirancang untuk mempertemukan para pemimpin pemerintahan, pelaku industri, investor, akademisi, serta mitra pembangunan dari berbagai negara. Forum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan ekosistem energi bersih yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Indonesia sendiri berada pada posisi strategis dalam memimpin percepatan transisi energi di kawasan. Dengan potensi energi terbarukan, meliputi energi surya, hidro, bioenergi, panas bumi, dan
angin—Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan energi bersih di Asia Tenggara. Dukungan kebijakan pemerintah, meningkatnya minat investasi hijau, serta penguatan kerja sama regional menjadikan IndoEBTKE ConEx sebagai momentum penting untuk mempercepat implementasi solusi energi berkelanjutan diIndonesia dan kawasan.
The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 juga akan menghadirkan berbagai sesi strategis yang melibatkan pembicara dari lembaga internasional, pemerintah, perusahaan energi global, serta lembaga keuangan internasional. Berbagai topik utama akan dibahas, mulai dari percepatan investasi energi terbarukan, pengembangan teknologi energi bersih, integrasi sistem energi kawasan, hingga strategi pembiayaan inovatif untuk mendukung transisi energi di negara berkembang.
Suroso Isnandar, Direktur Manajemen Proyek dan EBT, menyatakan peningkatan target EBT dalam RUPTL 2025-2034 menjadi 76% menunjukkan arah dukungan PLN pada transisi energi. PLN mendorong kerja sama berbagai pihak terutama pemangku kebijakan, pelaku industri dan investor untuk bersama-sama mewujudkan pencapaian RUPTL ini. Ia berharap Indo EBTKE Conex dapat menjadi forum strategis untukajang diskusi, kolaborasi, konsensus berbagai pihak dan bahkan kesepakatan investasi untuk percepatan EBT di Indonesia dan Kawasan ASEAN.
Sementara itu, Zulfan Zahar, Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan. “The 12th Melalui IndoEBTKE ConEx 2026, kami mendorong sinergi yang lebih kuat antara
pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem energi bersih yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” jelasnya.
Ketua Umum MASKEEI, Andhika Prastawa menambahkan bahwa efisiensi energi akan menjadi salah satu pilar penting dalam pencapaian Net Zero Emission.“Kami mendorong penguatan implementasi efisiensi energi melalui berbagai inisiatif inovatif, termasuk pengembangan platform Energy Efficiency as a Service, yang diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi hemat energi di sektor industri maupun komersial,” ujarnya.
Norman Ginting, Direktur Proyek dan Operasi Pertamina New Renewable Energy (NRE), Norman Ginting. Mandat Pertamina NRE untuk mengembangkan portofolio energi terbarukan membutuhkan kolaborasi dan dukungan para penyedia teknologi, pengembang, kontraktor, untuk merealisasikan target besar proyekproyek EBT. “Pertamina NRE yang selalu mendorong inovasi berharap Indo EBTKE Conex dapat
menangkap praktik-praktik terbaik, wawasan, serta inovasi global serta menghasilkan rekomendasi untuk kebijakan yang mendorong percepatan EBT di Indonesia dan ASEAN,” ujar Norman.



Komentar Terbaru